Resmikan Gedung Baru RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Haedar Pesan Terus Tingkatkan Pelayanan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 20 Mei 2017 14:14 WIB

SURAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir meresmikan Gedung B Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta, di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (20/5).

Direktur RS PKU Muhammadiyah Solo, dr. Mardiatmo, menjelaskan gedung B dibangun di tanah hak milik Muhammadiyah dengan luas bangunan 6.266 m2  berlantai tujuh. Pembangunan dimulai 1 September 2015 dan selesai 8 April 2017 dengan menghabiskan biaya Rp46 miliar.

"Total keseluruhan rawat inap di RS PKU Muhammadiyah ada sebanyak 322 tempat tidur, 197 tempat tidur diperuntukkan untuk peserta BPJS Kelas 1, 2, dan 3," katanya.

Haedar berpesan kepada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta dan PKU Muhammadiyah lainnya agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, agar mereka pasien lebih leluasa dalam mendapatkan pelayanan dari RS PKU Muhammadiyah, sehingga menciptakan suasana hati untuk sehat.

“Muhammadiyah juga ingin tumbuh rumah sakitnya ingin menjadi rumah sakit yang besar, tidak hanya aspek fisiknya saja, namun juga dari segi kualitas, makanya ini masuk dalam rumah sakit yang paripurna, tidak kalah bersaing dengan rumah sakit negeri yang juga berkualitas,”, ujar Haedar.

Haedar juga berharap kepada Pemerintah untuk dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang pro terhadap pembangunan rumah sakit non pemerintah yang dirintis dari yayasan seperti Muhammadiyah agar bisa diberikan perhatian, jangan sampai ranah bidang kesehatan ini menjadi bisnis bagi para pemilik modal.

Kehadiran rumah sakit Muhammadiyah, lanjut Haedar, adalah bentuk Ikhtiar Muhammadiyah dalam memajukan kehidupan bangsa, salah satunya merintis berdirinya PKO, Institusi pelayanan kesehatan Muhammadiyah ini lahir dengan semangat PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem), siapapun yang sengsara, harus ditolong oleh Muhammadiyah, tidak memandang suku, agama, golongan maupun ras kala itu.

"Muhammadiyah itu cinta kebhinekaan, sejak awal itu cinta kebhinekaan, tanpa kata-kata dan retorika saja, namun dengan karya nyata", kata Haedar. (adam) (dzar)

 

Shared:
Shared:
1