Pemuda Muslim Australia Kagumi Sistem Manajerial Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 13 Mei 2017 13:12 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Kelima pemuda muslim asal Australia melalui program Muslim Exchange Program (MEP) mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah khususnya ke Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kelima peserta tersebut tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang Muhammadiyah, khususnya pada kemampuan manajerial yang dimiliki Muhammadiyah.

Disampaikan Rowan Gould, Program Manager MEP yang turut mendampingi kelima peserta tersebut mengatakan bahwa program pertukaran Muslim Australia-Indonesia telah berjalan selama 15 tahun.

“Program ini fokus dalam membangun persahabatan dan persaudaraan antara komunitas Muslim yang ada di Australia dan Indonesia,” ucap Rowan, Jumat (12/5) di Gedung Pusat Tarjih Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD),

Setiap tahunnya, lanjut Rowan, MEP mengirimkan kurang lebih 5 peserta dari Australia dan Indonesia untuk melakukan kujungan kurang lebih selama 2 minggu ke berbagai organisasi keagamaan, universitas, komunitas, LSM, masjid-masjid dan sejumlah alumni MEP yang ada di negara setempat.

“Walaupun Australia dan Indonesia adalah negara tetangga namun kebanyakan belum saling tahu bagaimana gambaran Islam dan komunitas keagamaan di masing-masing negara,” imbuh Rowan.

Ashraf Naim, salah satu peserta yang juga seorang General Manager Islamic Museum of Australia (IMA) mengatakan melalui dialog bersama sejumlah perwakilan MTT dirinya telah mendapatkan pandangan Muhammadiyah khususnya bagaimana sebuah organisasi Islam mampu melakukan berbagai aktivitas pemberdayaan.

“Muhammadiyah telah berkontribusi besar kepada Indonesia. Saya ingin mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dengan Muhammadiyah seperti untuk berbicara lebih lanjut tentang Muhammadiyah bahkan melalui pameran di Islamic Museum di Australia,” terang Ahraf.

Kelima peserta MEP ini berasal dari berbagai macam latarbelakang profesi. Di antaranya Ashraf Naim dari Islamic Museum of Australia (IMA), Ayan Omer Shere dari National Zakat Foundation Australia cabang Victoria, Jazeer Nijamudeen seorang pengacara yang kini bekerja di Tertiary Education Quality Standards Agency (TEQSA), Natasha Hill aktivis di komunitas Creating Chances yang fokus di bidang olah raga, dan Zakia Haque peneliti dan aktivis di komunitas Embrace Education yang fokus menangani kesenjangan pendidikan bagi refugees. (adam)

Shared:
Shared:
1