Al-Qur’an sebagai Jawaban Semua Masalah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 11 Mei 2017 12:25 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Memasuki abad ke-2, Muhammadiyah harus semakin siap dalam menghadapi tantangan dan problematika bangsa yang semakin kompleks. Salah satu cara untuk menguatkan diri dalam menghadapi tantangan adalah dengan mengimani serta bersahabat dengan Al-Quran.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Bachtiar Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa problematika zaman KH. Ahmad Dahlan dan sekarang tentu sangat berbeda.

“Kita paham betul teologi Al-Ma’un yang menjadi warisan dari KH Dahlan, mengingatkan kita untuk sedekah, menyantuni yatim dan menegakkan sholat, karena itulah yang menjadi problem besar pada zamannya,” ujar Bachtiar saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah di UHAMKA, Jakarta Timur Rabu (10/5).

Kemudian, lebih lanjut Bachtiar menambahkan bahwa saat ini, warga Muhammadiyah memerlukan teologi baru untuk menghadapi problematika saat ini. Menurutnya, banyak sekali dalam Al-Quran dan hadits sebuah ayat-ayat yang dapat dijadikan teologi untuk keadaan carut marut bangsa saat ini.

“Kita bisa mengambil inti sari dari salah satu ayat atau surat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan masalah saat ini, misalnya tentang keadilan, politik dan lain-lain,” tambahnya.

Kata Bachtiar, selain memegang amar ma’ruf nahi munkar, sudah semestinya Muhammadiyah juga memegang amar adli nahi zulmi yaitu menyeru keadilan dan mencegah kezaliman.

“Saat ini keadilan menjadi salah satu problem, politik juga iya. Jangan berpikiran kalau politik itu pasti kotor, politik itu tergantung pelakunya dan kita harus sama-sama belajar untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Oleh karena itu, kader-kader Muhammadiyah harus dilatih agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi negeri serta menjadi pemilik negeri  yang utuh. (nisa)

 

Shared:
Shared:
1