Ketua IARC: Muhammadiyah Harus Mengambil Peran dalam Mencegah Terpecah Belahnya Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 10 Mei 2017 15:34 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Indonesia adalah sebuah bangsa berbhineka, memiliki banyak kebudayaan dan keragaman dari Sabang sampai Merauke. Dikatakan Paiman MAK, Ketua Indonesian Asosiation Religion Center (IARC) kebhinekaan tersebut merupakan bentuk kekuatan namun juga dapat menjadi kelemahan bagi bangsa Indonesia. Sehingga untuk menjadikan kebhinekaan tersebut sebagai kekuatan, maka bangsa Indonesia harus bersatu.

"Dalam sejarah Indonesia yang panjang tercatat pembantaian masal terhadap kaum Tionghoa, yakni ketika Belanda menjajah Indonesia dan ketika Jepang menjajah Indonesia saat itu kaum Tionghoa turut membela negara Indonesia dengan ikut bertempur dan alhasil banyak yang gugur," ungkap Paiman dalam acara Simposium Internasional yang diselenggarakan Suara Muhammadiyah dengan mengangkat tema "Genre Sosial-Budaya Muslim Tionghoa" pada Rabu (10/3) di Ballroom Hotel Inna Garuda Yogyakarta.

Kembali dijelaskan Paiman, bahwa muslim banyak masuk dan berkembang di Tiongkok,  dan China,  selain itu salah satu laksamana bernama Cheng Ho juga adalah seorang Muslim.  "Muslim China di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru,  karena ini sudah lama ada di Indonesia dan berjuang juga dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya.

Pluralisme dan integrasi bangsa menurut Paiman merupakan hal dalam menghadapi kemungkinan terpecah belahnya negara,  maka hal ini perlu direnungkan dan mewaspadai perpecahan.  "Sangat penting untuk Muhammadiyah dalam mengambil peran mencegah itu terjadi, apalagi dengan simposium ini, dapat menemukan solusi atas permasalahan bangsa, " pungkasnya. (syifa)

Shared:
Shared:
1