Umat Islam Harus Melatih Kesabaran Profetik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 08 Mei 2017 08:47 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG - Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, Iu Rusliana, mengatakan agar umat Islam di Indonesia mampu menguatkan kesabarannya dalam menghadapi fitnah, intimidasi, dan adudomba antar agama maupun golongan. Kesabaran ini, ujarnya, memerlukan kesabaran tingkat tinggi atau kesabaran profetik. Hal ini bertujuan agar umat Islam tidak mudah terprovokasi dan tersulut emosi sesaat.

“Sebuah kesabaran aktif yang harus terus dilatih dan menjadi kesadaran bersama,” ujar Iu, usai acara Diskusi Kebangsaan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, Ahad (7/5) di Bandung.

Kesabaran tersebut, lanjut Iu Rusliana, tidak hanya bersifat fisik, tapi juga mental agar umat Islam mampu menahan segala bentuk yang menimbulkan amarah. Dan kemudian dapat mengubahnya menjadi kekuatan yang produktif. “Masyarakat juga harus mampu menguatkan komitmen bersama agar bertindak taktis dalam jangka pendek dan strategis dalam jangka panjang,” tutur dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut.

Iu pun mengajak kepada tokoh masyarakat untuk turut serta membantu kesadaran masyarakat untuk bersabar. “Masing-masing dari kita, harus menguatkan komitmen memelihara kesabaran umat,” tegas Iu yang juga mengajak kader Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat berperan aktif dalam membantu umat.

Ujian kesabaran lain yang tak kalah pentingnya, kata Iu, adalah beratnya himpitan ekonomi. Menurutnya, himpitan ekonomi ini dilihat dari harga bahan pokok naik bahkan tarif dasar listrik juga naik. Padahal, masyarakat Indonesia diantaranya umat Islam banyak yang hidup di bawah angka kemiskinan. Namun, tidak sedikit pula kebijakan-kebijakan pemerintah yang merepotkan rakyat.

Lebih lanjut Iu Rusliana mendesak semua elemen umat Islam untuk menguatkan komitmen, duduk bersama, saling menerima dan mengalah untuk kesatuan umat. Hal ini merupakan langkah taktis menyatukan kekuatan yang selama terceraiberai. “Kami kaum muda memohon kepada seluruh pimpinan Ormas Islam, orang tua kami, segera duduk bersama, bangun komitmen langkah taktis,” ujarnya.

Iu menilai, penguatan dakwah ekonomi dan pendidikan harus menjadi fokus bersama sebagai kekuatan umat Islam. Sinergi antar ormas pun perlu dilakukan dan juga membuka peta dakwah bersama. Iu berharap agar ormas Islam di Indonesia jangan dulu saling bersaing agar tidak terjadi gap antar umat. “Jadi ini pekerjaan panjang, dimulai dengan sinergi dan upaya saling mengalah, meninggalkan ego masing-masing,” tegasnya. (nisa)

Kontributor: Ridlo Abdillah

 

Shared:
Shared:
1