Ratusan Calon Mahasiswa Asal Thailand Ikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 04 Mei 2017 14:28 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, THAILAND - Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) terus berupaya melakukan ekspansi di wilayah ASEAN. Sebanyak 110 calon mahasiswa asal Thailand mengikuti seleksi masuk PTM. Seleksi diadakan di kantor SBPAC Yala pada Kamis (4/4).

Seleksi dilakukan melalui wawancara langsung terhadap mereka yang sudah lulus test administratif yang dilakukan SBPAC (Southern Border Province Administration Center (SBPAC) Thailand.

 "Ini sudah yang ke sembilan kali kita lakukan. Semula hanya melibatkan 13 PTM. Sekarang sudah 18 PTM. Total sudah ratusan mahasiswa Thailand yang dididik di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Bahkan sebagian sudah lulus," kata Ketua Kantor Urusan Internasional PTM Ida Puspita, yang juga dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Edy Suandi Hamid mengatakan adanya kerja sama ASEAN dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) maka akan semakin terbukanya pasar intra ASEAN dalam bidang pendidikan tinggi.

"Muhammadiyah sejak awal berdirinya sudah berkhikmat di bidang pendidikan, melakukan ekspansi juga ke mancanegara. Beberapa tahun terakhir ini kita secara khusus ke Thailand. Ke depan akan banyak negara yang kita garap," ujar Edy.

Kembali disampaikan Edy, selama ini PTM sudah melakukan kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi di luar negeri. "Kita juga aktif mengikuti pameran-pameran pendidikan di luar negeri. Agustus nanti kita ikut pameran pendidikan yang diadakan di Songkhla, Thailand Selatan ini," jelas mantan Rektor UII tersebut.

Untuk masuk lebih jauh pasar ASEAN, bahkan Muhammadiyah sudah punya gagasan untuk mengakuisisi perguruan tinggi di wilayah ASEAN. "Tapi itu masih dilakukan kajian mendalam," imbuh Edy.

Dalam kunjungan tersebut dibahas pula rencana perluasan kerjasama dengan mengubah MoU yang sudah ditandatangani sejak sembilan tahun lalu. Pembahasan dilakukan dengan Deputi Sekjen SBPAC Somkeart Ponorayoon. Direncanakan kemungkinan memperluas cakupan provinsi yang semula hanya lima provinsi menjadi 14 provinsi.

Edy juga menjelaskan bahwa nantinya mahasiswa yang diterima tidak hanya yang beragama Islam, tetapi juga yang beragama lain, seperti Budha yang merupakan agama mayoritas di Thailand.

 "Kita tunjukkan bahwa Perguruan Muhammadiyah bersifat inklusif dan mendidik siapapun yang ingin belajar, apapun keyakinannya. Di Papua dan NTT, lebih 80 persen mahasiswa PTM adalah nonmuslim," tutup Edy. (adam)

Shared:
Shared:
1