IPM Banyumas Gelar Pendidikan Khusus Ipmawati

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 03 Mei 2017 10:27 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANYUMAS– Pimpinan DaerahIkatan Pelajar MuhammadiyahBanyumas menggelar Pendidikan Khusus Ipmawati 1 (DIKSUSTI 1). Rangkaian kegiatan DIKSUSTI 1 dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Rawalo pada tanggal 29 Aprilhingga 1 mei 2017. DIKSUSTI 1 merupakan kegiatan berjenjang yang diadakan oleh Pimpinan Daerah guna meningkatkan intelektual dan keterampilan Ipmawati dan merupakan peringatan dalam rangka Hari Kartini.

Indar, Ketua Bidang Ipmawati PD IPM Banyumas itu mengatakan bahwa momentum Hari Kartini menjadi spirit kegiatan DIKSUSTI I IPM Banyumas agar semakin progresif dan memahami bagaimana sebenarnya deajat seorang perempuan. Kegiatan ini dihadiri oleh 46 peserta yang berasal dari pimpinan cabang dan ranting IPM se-Banyumas dengan mengusung tema “Meneguhkan Peran Ipmawati dalam Membangun Pelajar Putri yang Progresif”.

“Dalam perspektif Al-Qur'an, perempuan memiliki posisi mulia di mata Islam dan banyak kaidah atau fiqih yang memberikan keistimewaan kepada perempuan seperti halnya di Surah An-Nisa. Sehingga keistimewaan yang masih sering terkubur ini yang akan digali dalam kegiatan DIKSUSTI 1,” ujar Indar.

Ditambahkan oleh Indar bahwa kegiatan ini berangkat dari latar belakang bahwa saat ini, perempuan banyak menjadi objek pembicaraan yang cukup menarik, mulai dari kesetaraan dalam bidang pendidikan, politik, kepemimpinan, hingga diskriminasi.

“IPM Banyumas berupaya menghadapi hal tersebut dengan mengadakan DIKSUSWATI I, sehingga menjadikan Ipmawati-Ipmawati yang progresif dalam menghadapi tantangan zaman,” lanjut Indar.

Menurut Indar,  perempuan dan laki-laki pada hakikatnya sama dalam ranah ketaqwaan kepada Allah SWT, yang membedakan adalah peran yang dimilikinya. Maka menjalankan segala kewajiban yang semakin mendekatkan diri kepada Alah SWT adalah kewajiab semua umat, baik laki-laki maupun perempuan.

Pada kegiatan ini terdapat beberapa materi yang disampaikan kepada peserta, tidak sekedar menggunakan metode ceramah, akan tetapi dinamika pelatihan ini juga melatih para peserta untuk berani berdiskusi, presentasi, bahkan pada materi tertentu peserta dilatih untuk meningkatkan keterampilan, yakni dengan membuat tas menggunakan benang kurt.

“Kegiatan yang berlangsung ini diharapkan dapat mencetak Ipmawati-Ipmawati progresif, maju, berkembang, berani dalam menghadapi tantangan zaman yang kian hari kian menantang sesuai dengan perannya,” tutup Indar. (nisa)

Kontributor: Wisnu Rachman

Shared:
Shared:
1