Lebih Dekat Dengan Sosok Teladan (Alm.) Ibu Ainun

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 19 April 2012 11:01 WIB

Jakarta – Bertempat di Aula Gedung PP Muhammadiyah Menteng Raya, pada  19 April 2012, Talkshow Buku Ainun Habibie akan “memutar”  kenangan manis tentang  sosok dan kiprah sosial Ibu Ainun Habibie, bersama  Adrie Subono (Seniman dan keponakan B.J. Habibie), Ahmad Syafi’i Maarif (Tokoh dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), dan Makmur Makka (Penulis Buku).  Menjelang tibanya Hari Kartini, Talkshow—atas kerja sama  MPI (Majelis Pustaka & Informasi) PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, PP Nasyiatul Aisyiyah, dan Penerbit Edelweiss—ini dimaksudkan untuk menarik insprasi dari ketokohan seorang Ibu Negara. 

Sekitar 150 peserta talkshow—kebanyakan dari ibu Aisyiyah  dan Pemudi Nasyiatul Aisyiyah Muhammadiyah, serta pemerhati peran wanita lainnya—akan menyimak dan dibuat lebih dekat dengan sosok perempuan yang dikenal banyak kiprah sosialnya itu.

Sosok Ibu Ainun memang telah menjadi kenangan tak terlupakan di mata keluarga dan teman-teman dekatnya. Yang pertama dan utama tentu buat sang suami tercinta B.J. Habibie sendiri, yang dalam memoar pembuka buku ini mengungkapkan bahwa seseorang berdarah ningrat pernah ingin dijodohkan dengannya, namun Ibu Habibie tidak berkenan. “Kini, lanjut Habibie, “saya lebih mengerti mengapa Ibu berkeyakinan bahwa Ainun adalah jodoh terbaik saya. Saya merasa sangat bersyukur  menjadi pendamping hidup Ainun.”  

Momen-momen pertemuan dengan Ibu Ainun, terasa istimewa dan berkesan mendalam bagi teman-teman beliau. Misalnya bagi seorang wartawan yang tinggal di Jerman dan punya hubungan dekat dengan beliau.  Dalam buku ini ia bercerita, betapa di tengah pembicaraan politik panas sekalipun ia menemukan kehangatan keluarga berkat kehadiran Ibu Ainun, dan seringnya ia seperti tiba-tiba menjadi “anak” di depan beliau.            

Sementara itu, kiprah sosial Ibu Ainun dikenal luas dengan pendirian Yayasan Beasiswa Orbit, Bank Mata Bogor serta penyantunan sosial kepada banyak orang yang tidak terekspos.  Acara diskusi buku sendiri akan dilaksanakan Kamis (19/4) pukul 19.30-22.00 WIB. di Aula PP Muhammadiyah Jl Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat. Sebagai narasumber yaitu Buya Syafii Maarif, Adrie Subono, dan Andi Makmur Makka.

 

Reporter : Roni Tabroni

Shared:
Shared:
1