Bertemu Jokowi, Muhammadiyah Minta Pemerintah Pro Rakyat Miskin dalam Redistribusi Lahan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 18 April 2017 10:50 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah tokoh Islam ke Istana Negara Jakarta, Senin (17/4) sore. Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal penting terkait persoalan terkini.

Diantara yaitu terkait redistribusi asset dan lahan untuk mempersempit ketimpangan, masalah radikalisme yang bisa mengancam Indonesia dan Pilkada DKI yang akan berlangsung Rabu lusa. Presiden meminta para tokoh agama untuk menyampaikan himbauan dan ajakan yang menentramkan suasana.

Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, mengapresiasi upaya Presiden Jokowi dalam mendorong kebijakan redistribusi lahan. Menurutnya ini adalah sebagai upaya keberpihakan pemerintah kepada kelompok miskin, mengingat dalam beberapa bulan terakhir Muhammadiyah menerima warga Karawang yang kehilangan lahan, menjadi korban konflik agrarian, akibat pemerintah daerah yang tidak berpihak kepada mereka.

“Saya berharap Pak Presiden turun Langsung menuntaskan masalah ini, sehingga kebijakan redistribusi lahan yang akan bapak dorong benar-benar memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat miskin,” papar Dahnil lewat pesan elektronik kepada muhammadiyah.or.id.

Sementara itu mengenai radikalisasi, Dahnil menyebutkan Pemuda Muhamamdiyah terus melakukan upaya-upaya deradikalisasi bersama organisasi Islam lainnya yang memiliki komitmen merawat Indonesia. Namun hal itu menjadi percuma jika dalam perjalanannya ada indikasi ‘ternak’ terorisme di balik kekuatan aparat.

“Apa yang terjadi terhadap Novel Baswedan adalah tindakan terorisme terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. dalam kasus terorisme polisi dengan mudah bisa menjelaskan jejaringnya, apalagi cuma kasus penyiraman air keras yang dialami oleh Novel, pasti Polisi mudah mengungkap,” ujarnya.

Terakhir menyangkut permintaan menyampaikan pesan yang menentramkan jelang Pilkada DKI Jakarta, Dahnil sependapat dengan Presiden Jokowi, meski produsen kebisingan sesungguhnya adalah dua kandidat dan tim suksesnya yang sedang berlaga.

“Saya kira justru permintaan tersebut harus disampaikan kepada mereka, minta komitmen mereka untuk memastikan Pilkada yang bersih dan menjaga kondisifitas, jangan sampai mereka yang berbuat, para tokoh agama ini yang harus memadamkan. Jadi, saran saya panggil mereka dan tagih komitmen mereka,” tegas Dahnil.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Diyah Puspitarini menyampaikan bahwa PPNA mendukung penuh upaya pemerintah dalam memberikan distribusi lahan. Namun, PPNA menilai  perlu adanya penanganan cepat bagi warga yang menjadi korban penggusuran tanah untuk industri atau bahkan reklamasi tersebut. (raipan)

Shared:
Shared:
1