Sekolah CERDAS, Terobosan Baru Muhammadiyah Jawa Tengah dalam Upaya Resolusi Konflik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 16 April 2017 11:07 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Selama ini diskursus pengurangan risiko bencana akibat kekerasan dan konflik belum banyak menjadi konsen para pegiat penanggulangan bencana. Banyak data yang menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak akibat kekerasan lebih banyak dari akibat bencana alam.

Eskalasi kekerasan bahkan terjadi di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari termasuk di sekolah. Atas dasar itulah, MDMC Jawa Tengah bersama Peace Generation dan Lazismu PP Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan pelatihan Sekolah CERDAS (Ceria, Damai dan Siaga Bencana).

Sekolah CERDAS merupakan perpaduan konsep Sekolah Welas Asih dan Sekolah Aman Bencana  yang berusaha menciptakan sekolah yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kebijakan yang dapat merespon risiko bencana alam ataupun kekerasan di Sekolah.

Program diawali dengan menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) pada tanggal 14 – 16 April di Hotel Multazam Surakarta, Jawa Tengah. Irfan Amalee, Direktur Peace Generation, memaparkan ToT ini diikuti para guru yang berasal dari 20 sekolah di Provinsi Jawa Tengah.

“Ini bertujuan membangun kepedulian yang sama terhadap ancaman kekerasan dan bencana kemanusiaan yang lebih luas. Sampai akhir tahun 2018 kita berharap dapat menyelenggarakan untuk 100 sekolah di seluruh Indonesia,” pungkas Irfan.

20 sekolah tersebut terdiri dari 16 Sekolah Muhammadiyah, 1 Sekolah Negeri & 3 Sekolah Kristen di Provinsi Jawa Tengah terlibat aktif mengikuti setiap sesi. Guru yang hadir terdiri dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

“Menerima diri sendiri dan indahnya perbedaan menjadi nilai penting dan menarik dari pelatihan ini, kegiatannya juga menyenangkan dengan games interaktif,” tutur Eni Indriati, salah satu peserta dari SD Kristen Stabelan 2 Kadipiro Surakarta.

ToT dibuka secara resmi oleh Direktur (Plt) Lazismu, Joko Intarto, yang menyebutkan bahwa pelatihan Sekolah CERDAS keluar dari gagasan dan ide yang cerdas dan Muhammadiyah butuh ide-ide cerdas yang lain.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini bila perlu jangan hanya 100 sekolah tetapi 100.000 sekolah se-Indonesia”, tegas Joko dengan penuh semangat.

Sementara itu, Ketua MDMC Jawa Tengah, Naibul Umam menegaskan bahwa Muhammadiyah hidup bersama warga bangsa yang berbeda agama, suku dan adat istiadat.

“Bhinneka tunggal ika harus kita jaga dengan menanamkan sedari dini  kepada anak sekolah nilai-nilai kepedulian, empati, rasa persaudaraan dalam perbedaan, saling tolong menolong dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Kami memulainya dengan penyelenggaraan Sekolah Cerdas ini”, tegas Umam.

Setelah mengikuti ToT ini, para guru akan membentuk Duta Sekolah CERDAS di sekolah masing-masing dan melaksanakan program hingga November 2017 mendatang dengan tenaga pendamping dari pengurus MDMC Jawa Tengah. (raipan)

Sumber: MDMC Jawa Tengah, Lazismu

 

 

 

Shared:
Shared:
1