Haedar: Merendahkan Umat Islam Merupakan Bentuk Keprimitifan di Tengah Modern

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 16 April 2017 09:25 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pada Ahad (9/4), di Bandara Changi, Singapura, telah terjadi kesalahpahaman antara Steven Hadisurya Sulistyo yang merupakan mahasiswa Singapura terhadap Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang merupakan Gubernur NTB. Steven mengata-ngatai TGB, "Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko". Namun, TGB memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum atas kasus tersebut. Dan  Steven pun telah melayangkan permohonan maafnya secara terbuka di media massa nasional pada Kamis (13/4) silam. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyayangkan sikap Steven tersebut. Haedar mengatakan kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, bahwa di era modern pada abad 21 ini, apa pun yang dilakukan maupun diutarakan harus ada pondasi moral dan pondasi keadaban yang nilai-nilainya berpondasi pada keagamaan yang mencerahkan.

“Muhammadiyah menyesalkan adanya pandangan-pandagan negatif seperti itu, kejadian tersebut tidak boleh terulang  lagi, di zaman modern seperti ini masih ada pandangan yang merendahkan bangsa lain dan umat agama lain. Jika itu terus terjadi maka kita harus kembali belajar peradaban dari nol,” ujar Haedar, saat ditemui di SMP Muhammadiyah 2 Depok, Sleman, Yogyakarta Ahad (16/4).

Haedar juga menegaskan, merendahkan umat islam merupakan bentuk dari keprimitifan ditengah modern. Haedar berpesan baik umat islam maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan harus bisa menjaga martabat dan sekaligus menunjukkan kepada pihak lain bahwa orang Indonesia dan khususnya muslim Indonesia merupakan muslim yang cerdas dan berperilaku mulia. 

“Karena itu Muhammadiyah telah konsen membangun keadaban yang cerah mencerahkan, agar manusia tidak saling merendahkan satu sama lain, dan itu merupakan semangat surah Al Hujurat ayat 13,” pungkas Haedar. (adam)


 

Shared:
Shared:
1