Temani Novel Baswedan, Pemuda Muhammadiyah Terus Mengawal KPK Berani

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 11 April 2017 20:46 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan peristiwa yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan bukan tindak kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Ini adalah praktik terorisme terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. Ini harus ditanggulangi segera oleh negara, kalau tidak dihentikan maka ancaman terhadap pemberantasan korupsi akan menjadi masalah yang serius buat kita semua di Indonesia” papar Dahnil saat menggelar Konferensi Pers Temani Novel Baswedan, Selasa (11/4).

Jika hal ini dibiarkan oleh Negara, menurut Dahnil, maka peran Negara kalah oleh bandit politik yang ingin merawat praktik korupsi di Indonesia. Ini merupakan masalah yang sangat serius, maka Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sejak awal mengatakan akan terus mengawal KPK Berani.

Selanjutnya pihaknya meminta perlindungan negara terhadap penyidik KPK yang tantangan dan ancaman kerjanya adalah nyawa. “Oleh sebab itu kita berharap Pak Jokowi, pihak Kepolisian, membuat kebijakan sesegera mungkin untuk melakukan sistem pengamanan yang baik terhadap teman-teman penyidik ini” pungkasnya di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Dahnil juga mendesak pihak kepolisian untuk segera mengejar dan menangkap pelaku teror tersebut. “Ini bukan pekerjaan sulit, kalau pollisi mudah sekali mengungkap kasus-kasus yang dianggap pelik seperti terorisme dan segala macam, pasti ini bukan pekerjaan sulit, karena ada CCTV di rumah perumahan (lokasi kejadian) yang bisa memudahkan polisi untuk menangkap pelaku,” tutup Dahnil.(raipan)

Shared:
Shared:
1