Dahnil: Komunisme Merupakan Bahaya Laten yang Harus Diwaspadai

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 10 April 2017 10:36 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLAWI - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak  mengungkapkan bahwa komunisme merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai.  Kebangkitan komunisme menurutnya bukanlah sesuatu yang harus ditakuti selayaknya hantu yang mengerikan.

“Karena selama ini yang menjadi bibit-bibit komunisme adalah kemiskinan dan kebodohan serta ketidak adilan. Karenanya, cara menangkal kebangkitan komunisme adalah dengan menghadirkan kembali cara dakwah Kyai Ahmad Dahlan, dengan mengentaskan kemiskinan serta memberantas kebodohan,” ujar Dahnil, Sabtu (8/4) dalam acara dialog kebangsaan yang digelar oleh Pimpinan Daerah  Pemuda Muhammadiyah (PDPM ) Kabupaten Tegal bertempat di Gedung Pertemuan PMI Kabupaten Tegal.

Dialog kebangsaan ini diadakan sebagai upaya membentengi generasi muda, khususnya di Kabupaten Tegal, atas kebangkitan paham komunisme yang kian hari kian terasa kehadirannya di beberapa daerah di Indonesia.

Senada dengan Dahnil, Komandan KODIM 0712 Tegal, Letkol. Kristiyanto mengatakan, paham komunisme merupakan bahaya laten yang harus terus diwaspadai kebangkitannya. Karena beberapa tahun terakhir, banyak komunis gaya baru (KGB) yang perlahan menyusup dalam kehidupan masyarakat.

Menyusupnya paham komunis dalam kehidupan masyarakat menurut Kristiyanto sangat halus dan tidak kentara, sehingga terkadang masyarakat susah untuk membedakan, antara komunis dan bukan komunis, jika perjuangan komunis tidak pernah mengenal kalah, tapi tertunda.

“Karena itu, tetap harus diwaspadai. Bentuk sosialisasi kepada generasi penerus bangsa terkait bahya komunis juga harus terus dilakukan, jangan sampai generasi muda tidak paham tentang sejarah komunisme,” ujarnya.

Selama ini, komunisme disebut bahaya laten karena merupakan bahaya yang sewaktu-waktu bisa timbul. Jika sekarang komunis sedang disorot, maka mereka (komunis) akan tiarap dan diam, tapi saat semua terlena maka mereka akan kembali bangkit menyebarkan paham komunis.

Kristiyanto juga menilai, penghapusan film G 30 S/PKI merupakan upaya pengaburan informasi tentang paham komunis. "Jika itu memang sejarah dan sebuah fakta kebenaran, kenapa film tersebut harus dihapus? Harusnya tetap ditayangkan, agar generasi muda paham fakta sejarah kekejaman komunis, jangan dibalik-balik kalau komunis itu korban dan Pemerintah yang salah harus minta maaf," tutur Kristiyanto. (adam)

Kontributor: Hendra Apriyadi

Shared:
Shared:
1