Presiden Palestina Mahmoud Abbas Kecam 'Holocaust'

Author : Administrator | Senin, 28 April 2014 09:40 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Minggu (27/4), menyatakan bahwa holocaust adalah

YERUSALEM, KOMPAS.COM — Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Minggu (27/4/2014), menyatakan bahwa holocaust adalah "kejahatan paling keji terhadap kemanusiaan pada zaman modern". Abbas mengeluarkan pernyataan tertulis menjelang Peringatan Hari Holocaust, yang diperingati Israel setiap tahun guna mengenang enam juta orang Yahudi yang dibunuh oleh Nazi selama PD II.
 
Itu adalah komentar luar biasa dari seorang pemimpin Arab, dan tampaknya digunakan Abbas sebagai sebuah taktik diplomasi. Pejabat Israel pernah menuduhnya mengecilkan arti holocaustdalam sebuah disertasi doktor pada tahun 1970-an.
 
Presiden Abbas, yang memimpin Otoritas Palestina di Tepi Barat, tampak berusaha menarik simpati dari publik Israel, setelah macetnya perundingan perdamaian yang telah berlangsung selama sembilan bulan, pekan lalu. Israel menghentikan perundingan setelah pemimpin Palestina itu sepakat membentuk pemerintahan persatuan dengan kelompok militan Islam Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
 
Hamas menolak menanggalkan cara-cara kekerasan dan mengakui Israel, dan PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dia tidak akan pernah mau berunding dengan kelompok teroris yang menyangkal kehadiran negaranya. Pada sidang mingguan Kabinet di Jerusalem, Netanyahu juga mengecilkan makna dari komentar Abbas mengenai holocaust, katanya pernyataan itu “dimaksudkan untuk menenteramkan opini dunia”.
 
Netanyahu menuduh Presiden Abbas bergabung dengan Hamas, kelompok yang menyangkal holocaust serta hendak menciptakanholocaust kedua dengan menghancurkan Israel.
 
Perunding utama Palestina, Saeb Erekat, berpendapat, sebuah pemerintahan persatuan justru akan menguntungkan proses perdamaian, jadi, menurut Erekat, pendapat Israel itu tidak masuk akal.
 
“Saya sudah tidak mengerti lagi jalan pikiran Israel,” kata Erekat.
 
Erekat mengutarakan kepada Radio Angkatan Darat Israel bahwa Presiden Abbas telah menyatakan dengan sangat jelas: Hamas harus menerima kebijakan-kebijakan Abbas mengenai perdamaian.
 
“Abbas telah mengatakan, ‘Saya akan membentuk sebuah pemerintahan dengan kebijakan saya yang mengakui Israel, mengakui solusi dua negara, menerima semua persetujuan yang telah ditandatangani, dan meninggalkan kekerasan,’ jadi apa yang dikehendaki Israel?” tambah Erekat.
 
Namun bagi PM Netanyahu, jawaban terhadap pertanyaan Erekat itu sederhana. 

Dengan menyapa Presiden Mahmoud Abbas dengan nama panggilan akrabnya yaitu Abu Mazen, Netanyahu mengatakan bahwa, “Abu Mazen harus memilih antara (melanjutkan) persekutuannya dengan Hamas... atau membina sebuah perdamaian sejati dengan Israel.”

Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2014/04/28/0836294/Presiden.Palestina.Mahmoud.Abbas.Kecam.Holocaust.
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1