PM Irak: Upaya Pembebasan Mosul Lebih Cepat dari yang Direncanakan

Author : Administrator | Jum'at, 21 Oktober 2016 13:07 WIB
Jurnalis : Silviana Dharma
 
Pasukan Irak rayakan pembebasan Desa Khalidiy di Mosul pada Kamis 20 Oktober 2016. (Foto: Thaier al Sudani/Reuters)
 

MOSUL – Perdana Menteri Irak, Haider al Abadi mengatakan bahwa upaya pembebasan Mosul berlangsung lebih cepat dari yang direncanakan. Komentar ini datang empat hari setelah operasi militer gabungan dikerahkan menuju kota terbesar kedua di Negeri Para Mullah tersebut.

Pasukan yang terdiri dari banyak kelompok minoritas yang saling bertentangan ini dibuat bersatu menghadapi satu musuh bersama, yakni ISIS. Sebut saja di antaranya, pasukan Sunni, militer Syiah, pejuang Peshmerga Kurdi dan Turki yang berada di luar Mosul. Militer Irak juga mendapat bala bantuan dari koalisi antiteror pimpinan Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan dari dua jurnalis Reuters yang memantau di pintu utara dan timur Mosul, Jumat (21/10/2016), pasukan militer gabungan telah menyisir desa-desa di Mosul sejauh 10-20 kilometer ke dalam. Helikopter juga terus berterbangan untuk mengawasi pergerakan di setiap kawasan.

Sementara itu, suara ledakan dan tembakan terus terdengar. Puluhan mobil-mobil Humvee hitam yang memuat persediaan senjata tengah bergerak menuju Bartella, sebuah desa Kristiani di Mosul yang telah ditinggalkan penduduknya.

Dalam hitungan jam, Kepala Pasukan Khusus Irak, Letnan Jenderal Talib Shaghati melaporkan, mobil tersebut bersama pasukannya telah mengepung Bartella dan masuk ke tengah desa. Dalam operasi tersebut, dua tentara terluka, tetapi tidak seorang pun meninggal.

Walaupun para militan bersiap dengan jebakan, bom di kanan kiri jalan, penembak jitu dan bom mobil serta pasukan bom bunuh diri, militer Irak tetap berhasil menumpas 15 militan ISIS.

Bartella adalah desa terakhir yang harus dibebaskan. “Setelah Bartella, berarti Mosul. Ini kehendak Tuhan,” serunya.

Media setempat mencatat, sedikitnya sudah 80 militan ISIS tewas dalam pertempuran di desa Kristen tersebut dan 11 bom mobil dihancurkan. Di pihak pemerintah, seorang dari 5.000 pasukan AS yang ikut mengangkat senjata di Mosul, meninggal pada Kamis 20 Oktober.

Upaya pembebasan Mosul telah dimulai sejak pagi buta Senin 17 Oktober 2016. Dalam tiga hari, setidaknya sudah 5.640 orang diungsikan dari tanah kelahirannya. Namun diyakini, masih ada 1,5 juta penduduk yang terjebak di dalamnya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/10/21/18/1520921/pm-irak-upaya-pembebasan-mosul-lebih-cepat-dari-yang-direncanakan
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1