Pentagon: AS Lakukan Operasi Militer di Somalia

Author : Administrator | Selasa, 02 September 2014 14:21 WIB
Pasukan Uni Afrika menggotong jasad rekan mereka yang tewas akibat serangan bom bunuh diri Al-Shabaab, di kota Buulo Burde, Somalia beberapa hari lalu. Kelompok Al-Shabaab menyebut pelaku bom bunuh diri itu adalah pria Somalia berpaspor Norwegia.

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pasukan AS, Senin (1/9/2014), melancarkan sebuah operasi militer terhadap jaringan Al Shabaab di Somalia, kata Sekretaris Pers Pentagon, Laksamana Muda John Kirby. "Kami sedang menilai hasil operasi itu dan akan memberikan informasi tambahan," katanya.

Sejauh ini belum ada informasi lain yang tersedia.

Amerika Serikat memasukkan Al Shabaab, sebuah kelompok militan yang terkait Al Qaeda, sebagai sebuah organisasi teroris asing pada Maret 2008. AS telah menyasar para pemimpin Al Shabaab di Somalia setidaknya dua kali dalam satu tahun terakhir.

Pada hari yang sama, Misi Uni Afrika di Somalia (AMISOM) mengumumkan bahwa pasukan militer telah membebaskan beberapa kota penting di wilayah Shabelle Tengah dan Hiiran dari cengkeraman teroris. "Tentara Nasional Somalia yang didukung pasukan AMISOM menghadapi sedikit perlawanan saat Al Shabaab bermaksud menghindar karena mendengar bahwa pasukan gabungan mendekat," kata misi itu dalam sebuah pernyataan tertulis.

Perkembangan tersebut terjadi hanya sehari setelah militan Al Shabaab yang mengenakan seragam militer pemerintah mendekati pintu gerbang sebuah penjara berkeamanan ketat di Mogadishu. Mereka memasang bom mobil dan melancarkan tembakan ketika menuju ke gedung itu. Dalam serangan terhadap penjara Badan Intelijen dan Keamanan Nasional (NISA) itu, tiga penjaga keamanan dan dua warga sipil tewas, sementara 15 lainnya luka-luka. Demikian diinformasikan juru bicara Kementerian Keamanan Somalia, Mohamed Yusuf, kepada CNN.

Penjara NISA berada di bawah tanah dan dekat dengan Istana Presiden Somalia di Mogadishu. Ratusan narapidana, sebagian besar anggota Al Shabaab, ditahan di sana.

Al Shabaab ingin mengubah Somalia menjadi negara Islam fundamentalis. Mereka juga meluncurkan serangkaian serangan ke negara-negara lain. Kelompok itu pun mengaku bertanggung jawab atas pengepungan di Westgate Mall di Nairobi, Kenya, pada 21 September lalu. Pengepungan itu menewaskan sedikitnya 67 orang.


Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2014/09/02/13382061/Pentagon.AS.Lakukan.Operasi.Militer.di.Somalia
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1