Korban Jiwa akibat Kebakaran SPBU di Ghana Capai 200 Orang

Author : Administrator | Jum'at, 05 Juni 2015 08:59 WIB
Suasana stasiun pengisian bahan bakar di Accra Ghana pasca-kebakaran.

ACCRA, KOMPAS.com - Jumlah korban jiwa akibat ledakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan banjir di Ibu Kota Ghana, Accra, mencapai 200 orang, demikian jumlah yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Ghana, Kamis (4/6/2015).

Sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2015), kobaran api dahsyat terjadi beberapa jam setelah hujan lebat di Accra, sehingga mengakibatkan listrik padam di beberapa permukiman. Kebanyakan korban tewas telah dibawa ke 37 rumah sakit militer.

Sejauh ini masih belum jelas apa yang menyebabkan kebakaran di SPBU tersebut, yang dioperasikan oleh perusahaan minyak negara Ghana, GOIL.

Beberapa saksi mata mengatakan ledakan itu terjadi akibat tumpahan bensin di permukaan air banjir, yang memicu api dari satu pusat perdagangan di dekatnya.

Korban jatuh adalah mereka yang sedang bernaung di SPBU tersebut setelah berhari-hari hujan lebat sehingga memicu banjir luas dan melumpuhkan arus lalu-lintas di kota itu, kata saksi mata.

Petugas tanggap-darurat masih bekerja di lokasi kejadian untuk menemukan mayat yang tertimbun reruntuhan SPBU.

Pada Kamis pagi, Presiden John Dramani Mahama menyampaikan belasungkawa kepada keluarga orang yang kehilangan nyawa akibat kebakaran tersebut. Ia menggambarkan jumlah korban tewas yang dilaporkan akibat kebakaran dan banjir itu sebagai bencana dan hampir tak pernah terjadi sebelumnya.

Menteri Dalam Negeri Mark Woyongo pada Rabu (3/6) telah menyatakan kejadian tersebut sebagai bencana nasional.

Pertemuan darurat keamanan nasional diselenggarakan sejak Kamis sore, untuk menyusun strategis guna mencegah bencana semacam itu pada masa depan.

Pengelola rumah sakit militer tempat banyak korban tewas dikirim telah meminta keluarga korban agar datang untuk mengidentifikasi kerabat mereka.

Sementara itu, Dewan Kristen Ghana menyeru gereja anggotanya agar mengerahkan pemuda di tempat mereka untuk mendonorkan darah mereka ke rumah sakit yang menangani pasien banjir dan kebakaran.

Seruan tersebut dikeluarkan oleh menteri kesehatan demi kesejahteraan rakyat Ghana untuk mendonorkan darah buat korban hujan lebat selama dua hari.

Presiden Mahama telah mengadakan pertemuan darurat di Flagstaff House akibat bencana banjir dan kebakaran --yang telah melanda negara itu.

Sumber: http://internasional.kompas.com
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1