Jelang Referendum Skotlandia, PM Inggris Tertekan

Author : Administrator | Senin, 15 September 2014 09:27 WIB
Jelang Referendum Skotlandia, PM Inggris Tertekan (Foto:Reuters)
Jelang Referendum Skotlandia, PM Inggris Tertekan (Foto:Reuters)

LONDON - Beberapa hari belakangan Perdana Menteri (PM) Inggris, David Cameron mendapat tekanan besar. Hal ini terkait dengan referendum Skotlandia yang akan digelar beberapa hari lagi.

Bila referendum nantinya menyebabkan Skotlandia lepas sepenuhnya dari Inggris, maka diprediksi nama baik Cameron akan tercoreng. Pasalnya, Cameron bakal dinilai gagal untuk mempertahankan persatuan Inggris di bawah kepemimpinannya.

Untuk, menghalagi kemerdekaan Skotlandia, sejumlah cara dilakukan Cameron. Salah satunya adalah dengan mengunjungi Aberdeen, Skotlandia pada hari ini.

Kunjungan kesekian kalinya Cameron masih dalam misi yang sama. Dia menyebut jika Skotlandia merdeka, ada beberapa kerugian besar. Demikian dilansir dari The Guardian, Senin (15/9/2014).

Kerugian tersebut adalah semakin lemahnya ekonomi di Skotlandia. Tidak cuma itu, Cameron menyebut bila nantinya Skotlandia benar-benar merdeka sudah tidak kesempatan lagi untuk bergabung kembali dengan Inggris.

Sampai saat ini, hasi jajak pendapat referendum Skotlandia masih berubah-ubah. Fenomenan ini semakin membuat Inggris harap-harap cemas, karena ketika warga Skotlandia yang memilih tetap dengan Inggris unggul dalam jajak pendapat, keungulan tersebut sama sekali tidak pernah mutlak.

Namun, Inggris Raya kemungkinan besar akan terus melancarkan kampanye demi meyakinkan warga Skotlandia bertahan. Hal ini karena masih ada 500 ribu warga Skotlandia yang diketahui belum menentukan keputusan. (ger)

Sumber: http://international.okezone.com/read/2014/09/15/414/1039079/jelang-referendum-skotlandia-pm-inggris-tertekan
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:
1