UPT BK Layani Konsultasi Mahasiswa Gratis

Author : Humas | Rabu, 08 April 2015 11:56 WIB
Layani mahasiswa: Salah satu petugas BK melayani mahasiswa, (8/4). 

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak perlu khawatir jika didera masalah pribadi. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan Konseling (BK) UMM dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tak hanya ketika menghadapi masalah, mahasiswa juga bisa mendatangi UPT BK jika ingin meningkatkan potensi dirinya.

      Di bawah koordinasi Pembantu Rektor (PR) III, UPT BK memiliki tugas membantu dan memberikan pelayanan bagi mahasiswa, dosen, karyawan, bahkan keluarganya. Namun, yang menjadi fokus utamanya adalah mahasiswa, karena hal itu diyakini dapat membantu mereka dalam meningkatkan prestasi akademik dan meningkatkan soft skill.

      "Mahasiswa yang ingin ke BK, silahkan datang dan gratis!" ucap kepala UPT BK Muhammad Shohib SPsi MSi saat ditemui di kantornya, Rabu (8/4). Pelayanan pun dibuka sejak Senin hingga Sabtu dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB di Kantor UPT BK lantai 1 Masjid AR Fakhruddin UMM.

      Saat ini, tim konseling di UPT BK terdiri dari 12 orang, yaitu seorang kepala UPT, dua karyawan yang bertugas sebagai konselor (tenaga ahli di bidang konseling), dan karyawan magang yang berstatus sebagai mahasiswa S1 dan S2 psikologi.

      Setiap harinya, kata Shohib, yang berkonsultasi ke BK cukup banyak dan yang paling sering adalah mahasiswa. "Terkadang, yang datang ada 7 sampai 8 klien per hari, bahkan pernah menumpuk," tambahnya. Beberapa di antara mereka ada yang mengalami masalah sehari-hari, mulai dari masalah keluarga, masalah dengan teman, hingga dengan lingkungan. Bahkan, ada pula yang mendapat masalah berat seperti kekerasan dan halusinasi.

      Dalam hal penanganan, UPT BK selalu mengedepankan penanganan yang membuat klien nyaman ketika menyampaikan masalah atau keluhannya. "Beberapa klien pernah ada yang meminta bertemu di luar kantor, tapi masih di wilayah kampus. Mungkin mereka merasa kurang nyaman jika harus bercerita di kantor," ungkap Shohib.

      Selama ini, yang datang ke UPT BK tidak hanya orang yang bermasalah saja, tetapi ada pula orang-orang yang ingin mengetahui dirinya. "Kebanyakan yang datang mahasiswa. Mereka ingin tau gimana sih kemampuannya, dan ke depannya akan seperti apa," ujarnya.

      Konsultasi yang diberikan BK bisa pula berupa tes, seperti tes kepribadian danability. "Biasanya yang melakukan tes itu mahasiswa baru," tambahnya.

Program dari UPT BK secara umum ada dua, yakni layanan bimbingan dan layanan konseling. Untuk layanan bimbingan biasanya berupa penyaluran informasi tentang karir, pelatihan konflik manajemen hingga workshop untuk civitas akademika, di antaranya workshop penulisan skripsi, workshop mapping career, dan baru-baru ini diadakan yaitu workshop parenting.

      Untuk layanan konseling, biasanya dilakukan dengan face to face secara individu maupun kelompok jika permasalahannya sama. Terkadang, konseling juga dilakukan dengan telpon dan via surel. (nay/zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image