Universitas Muhammadiyah-MDMC Prakarsai Perumusan Standardisasi Penanganan Psikososial Darurat Bencana

Author : Humas | Senin, 10 Desember 2018 10:28 WIB
Salah satu pemaparan materi. (Foto: Istimewa)

FAKULTAS Psikologi (FPsi) Universitas Muhammadiyah se-Indonesia berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar Lokakarya Nasional Kesehatan Jiwa dan Dukungan Psikososial untuk Situasi Darurat. Bertempat di Kapal Garden Hotel Sengkaling. Lokakarya itu membahas standardisasi penanganan psikososial bagi penyintas bencana alam.

Hal tersebut ditengarahi sejauh ini, belum ada penyamaan penanganan atau standard. “Kami mencoba membuat panduan agar penanganan yang dilakukan bisa seragam,” jelas Zainul Anwar, S.Psi, M.Psi, Wakil Dekan III Fapsi UMM. Hasil Lokakarya tersebut akan berupa panduan, baik untuk relawan psikososial maupun para penyintas.

Selain itu, juga nanti akan didiskusikan bersama-sama terkait dengan leveling untuk para relawan, semisal basic, intermediate dan advance. “Jadi yang Advance ini nanti orang yang sudah selalu siap diterjunkan ketika ada bencana,” tutur Zainul. Indonesia adalah Negara yang berada di wilayah rawan bencana. Sudah pasti para penyintas rawan mengalami trauma.

Penanganan secara psikososial tentu menjadi salah satu cara untuk menyembuhkan trauma tersebut. “Karena, orang-orang (penyintas, red) akan menjalani kesehariannya lagi pasca bencana, maka traumanya harus perlahan-lahan disembuhkan,” tambah Zainul saat diwawancarai Sabtu (8/12).

Sebelumnya, FPsi UMM telah menerjunkan tenaga-tenaga psikososial terbaiknya untuk memulihkan trauma penyintas bencana di Lombok dan Palu. UMM sudah berkontribusi melalui Laboratorium Psikologi Terapan (LPT) Psikososial Fapsi UMM, sejak tahun 1998. Lokarya diikuti seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia. (mir/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image