UMM Targetkan Semua Lab Terakreditasi

Author : Humas | Rabu, 11 Februari 2015 12:02 WIB
Berita UMM

 

 

 

 

LABORATORIUM di lingkungan Universitas Muhammmadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh perhatian pimpinan. Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA) dan Biro Administrasi Akademik (BAA) mengundang para kepala lab dan ketua program studi dalam sebuah workshop laboratorium, Senin (9/2). Tujuannya, untuk memperkuat keberadaan lab dalam menunjang kompetensi dan skill mahasiswa.

Pembantu Rektor II, Fauzan, berharap semua lab di lingkungan UMM tersertifikasi. Dengan demikian standar fasilitas, praktikum dan pelayanan di lab harus memenuhi kompetensi skill yang diperlukan. “Tahun depan saya harap sudah mulai banyak yang terakreditasi,” harapnya.

UMM dikenal sebagai kampus yang memiliki perhatian besar pada laboratorium. Ratusan lab yang tersebar di tingkat universitas, fakultas hingga prodi dan peminatan dikembangkan sedemikian rupa untuk melayani praktikum mahasiswa serta penelitian dan pengembangan. Hanya saja, secara sumber daya manusia memang masih terdapat kelemahan di mana tenaga laboran yang jumlahnya masih minim.

Namun demikian PR II mengapresiasi kreativitas beberapa lab yang sudah membuat terobosan melampaui fasilitas dan sumber daya yang dimiliki. “Saya kira kalau tidak ada inovasi dan kreativitas tidak bisa seperti ini,” ungkap Fauzan seraya menyontohkan karya lab Teknologi Informasi dalam membuat software sederhana tetapi penting, seperti untuk memudahkan hafalan surat-surat pendek dalam Al-Quran.

Kepala Prodi Komunikasi, Sugeng Winarno, mengaku jika prodinya membutuhkan peremajaan fasilitas lab secara besar-besaran. Hal ini karena fasilitas yang ada belum bisa mengikuti kemajuan teknologi dalam dunia industry pertelevisian terkini. “Mahasiswa ternyata jauh lebih dulu maju kreativitasnya daripada walau dengan alat lab yang masih terbatas. Saya yakin jika diperbaharui karya-karya mahasiswa UMM akan semakin luar biasa,” ujarnya optimis.

Dalam workshop juga terlontar evaluasi sarana dan fasilitas lab yang akan diganti. Pemindahan lab FPP ke lahan baru yang lebih luas dan modern dan penambahan alat baru di Fisioterapi yang lebih up to date menjadi bukti perhatian universitas pada pengembangan lab.

“Harus diakui memang ada beberapa yang harus dibenahi. Saat ini kita fokuskan ke sana dan mensinkronkannya dengan kebutuhan standar akreditasi,” pungkas Fauzan. (sel/nas)  

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image