UMM Suplai Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Malang

Author : Humas | Jum'at, 02 November 2018 16:18 WIB
Antrian warga untuk memperoleh air dari tanki air UMM. (Foto: Hasim/UMM)

CURAH HUJAN yang tak menentu mengakibatkan sejumlah wilayah di Malang dilanda kekeringan. Sebutlah di Dusun Gunung Tumpuk Kelurahan Sidoluhur Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (2/11), bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lawang Kabupaten Malang menyalurkan air bersih ke wilayah tersebut.

Akses yang dilalui tim dari UMM tidaklah mudah. Lokasi yang berada di dataran tinggi ini memiliki jalan yang rusak dan hanya dapat dilalui satu mobil saja. Untuk membawa 5000 liter tangki air bersih, setidaknya membutuhkan waktu hingga 3 jam. Warga Dusun Sidoluhur sangat antusias saat menunggu distribusi air bersih. Warga mengantri dengan membawa beragam wadah untuk menampung air.

“Kedepannya, pendistribusian air bersih tidak hanya di wilayah Lawang saja. Kegiatan ini akan diperluas di daerah kekeringan lainnya. Rencana terdekat UMM akan mengirim bantuan air bersih ke daerah kekeringan di wilayah Singosari,” terang Hasim AM.d., koordinator bantuan air bersih UMM. Terhitung sudah tiga hari dusun ini tak lagi mendapat pasokan air bersih.

Inisiatif UMM menyalurkan air bersih ke sejumlah daerah disebut Rektor UMM, Dr. Fauzan M.Pd. sebagai wujud pengabdian dan kepedulian UMM kepada masyarakat kurang beruntung. Wujud komitmen lainnya, UMM membantu masyarakat kurang beruntung, yakni dengan mengirim sejumlah relawan mahasiswa dan tenaga kesehatan Rumah Sakit untuk membantu meringankan beban akibat bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya itu, UMM juga mendapat kepercayaan sebagai penyelenggara program hibah Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia dari Kemenristekdikti bagi sejumlah mahasiswa Universitas Hamzanwadi, NTB. Sebaliknya, UMM juga mengirim 15 mahasiswa PGSD untuk mendapat program serupa. Di sana tidak hanya pembelajaran mengenai budaya pembelajaran universitas, melainkan juga ikut terjun langsung ke wilayah terdampak bencana di Lombok.

“Di sana tidak hanya pembelajaran mengenai budaya pembelajaran universitas, melainkan juga ikut terjun langsung wilayah terdampak bencana di Lombok, tepatnya daerah Sambelia. Mahasiswa diajak untuk berpartisipasi untuk memberikan trauma healing atau pemulihan trauma di sekolah dasar serta membagikan sembako kepada korban bencana,” terang Fauzan. (bel/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image