UMM Siapkan Beras Organik Situbondo Masuki Pasar Internasional

Author : Administrator | Rabu, 11 Oktober 2017 16:28 WIB

Berita UMM

Foto bersama selepas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMM dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo

GURU Besar Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Ir Indah Prihartini berharap pertanian organik di Kabupaten Situbondo dapat berdampak pada pemasaran beras organik secara nasional dan internasional.

Karena itulah, UMM melalui tim yang dipimpin Indah Prihartini mulai intens melakukan pendampingan pertanian organik di Kabupaten Situbondo. Hal tersebut sekaligus menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMM dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo pada 5 Oktober lalu. Sebelumnya, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bahkan telah meminta agar UMM mengirimkan tenaga ahli untuk mendampingi pengembangan kluster pertanian organik.

Pendampingan yang dilakukan UMM meliputi perencanaan pengembangan padi organik, menentukan lokasi pengembangan sesuai dengan potensi wilayah, pengembangan SDM pada kelompok tani berupa pelatihan, serta pendampingan budidaya pertanian organik dari hulu hingga hilir. 

“Juga mengontrol produktivitas tanah dan tanaman, kualitas padi yang dihasilkan, hingga manajemen kelompok tani sebagai pelaku organik,” jelas Indah.

Setelah memperoleh kualitas padi organik yang baik, langkah selanjutnya ialah mensinergikan kelompok tani Kabupaten Situbondo dengan lembaga atau perusahaan yang telah bergerak di bidang penjualan beras organik.

Tak hanya padi organik, nantinya Indah akan membidik tanaman tebu organik yang dinilai memiliki banyak manfaat. Di samping itu tebu menjadi tanaman potensial  karena 50 persen kawasan Situbondo ditumbuhi tanaman tebu, serta terdapat tiga pabrik gula di sana. 

Secara umum, dosen berprestasi Kopertis Wilayah VII ini berharap kesejahteraan petani Kabupaten Situbondo dapat meningkat. Peningkatan kesejahteraan dilihat dari harga beras yang baik, diikuti dengan kualitas produktivitas beras yang juga baik.

"Kualitas dan kuantitas beras organik yang baik ini ditentukan oleh proses budidaya yang juga baik dan kami akan mendampingi hingga itu terwujud," ujarnya.

Sejalan dengan harapannya, Indah mengaku bahwa project ini memberi nilai tambah bagi UMM karena terdapat laboratorium lapang sebagai fasilitas mahasiswa dan dosen mengembangkan kompetensi pertanian organik. (nim/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image