UMM Segera Kirim Mahasiswa dan Dosen ke Eropa

Author : Administrator | Rabu, 18 November 2009 00:00 WIB

Berita UMM

Besok Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai melakukan seleksi terhadap para calon peserta pertukaran mahasiswa, dosen dan program Post Doctoral yang akan dikirim ke Eropa akhir tahun ini. Melalui program Erasmus Mundus External Cooperation Windows, tahun UMM mendapatkan kuota 25 peserta yang terdiri dari tujuh orang mahasiswa S-1, delapan orang mahasiswa S-2, lima dosen dan tiga orang doktor. Program ini akan berlangsung setiap tahun hingga 2013.

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) UMM, Suparto, menyatakan berdasarkan rapat dengan pihak Erasmus Mundus di Trento Italia beberapa waktu lalu, UMM merupakan salah satu perguruan tinggi yang siap menjadi tuan rumah bagi mahasiswa asal Eropa dan siap mengirim ke Eropa. Sedangkan anggota konsorsium yang tidak siap adalah universitas dari Kamboja dan Laos. “Selain UMM, di Indonesia, universitas yang tergabung Erasmus Mundus adalah ITB dan UGM. Jadi UMM adalah satu-satunya PTS yang berhasil lolos seleksi konsorsium ini,” kata Suparto bangga.

Untuk memperoleh 25 peserta program itu UMM akan mengambil hanya 50-60 kandidat saja. Mereka diseleksi secara internal berdasarkan kriteria kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris, IPK dan prestasi lainnya melalui seleksi administrasi dan wawancara. Bagi mereka yang dinyatakan lolos segera dikoneksikan dengan universitas anggota konsorsium di Eropa, yakni University of Trento (Italia), University of Innsbruck (Austria), Dresden University of Technology (Jerman), Murcia University (Spanyol), University of Kuopio (Finlandia), Minho University (Portugal), Atilim University (Turki) dan Global Education for European Engineers And Entrepreneurs (Perancis).

Di universitas di Eropa mahasiswa UMM akan sit-in selama satu semester dan sepanjang program studinya sesuai maka kredit mata kuliahnya diakui di UMM. “Demikian juga mahasiswa dari Eropa akan kuliah satu semester di sini dan angka kreditnya juga diakui di Eropa,” jelas Suparto.

Sementara itu, program untuk dosen terdiri dari tiga pilihan, yakni mengajar (teaching), penelitian atau training. Dosen bisa memilih salah satu program itu untuk menambah pengalaman di Eropa selama tiga bulan. Sedangkan untuk para doktor UMM yang terseleksi akan memperoleh program post-doctorate.

Kesempatan baik ini memperoleh sambutan antusias mahasiswa. Baru sehari dibuka pendaftaran, ratusan mahasiswa mendaftarkan diri ke kantor BKLN UMM. Mereka berharap tahun ini bisa “katut” ke Eropa dengan biaya perjalanan, pendidikan dan asuransi internasional yang ditanggung oleh Uni Eropa itu. “Saya optimis bisa nyantol. Tapi kalau gak bisa tahun ini ya tahun depan. Pokoknya saya ingin bisa kuliah ke Itali,” kata Teguh, calon peserta dari jurusan Agribisnis UMM.   

Menurut Suparto, UMM hampir pasti hanya memberangkatkan 25 orang. Jumlah itu bisa bertambah jika ada universitas lain di Asia yang mengirim kurang dari kuota. “Para calon yang tidak bisa lolos tahun ini tidak perlu berkecil hati karena tahun depan program ini dibuka lagi. Kami untuk aplikasi ke program lain yang akan segera dipublikasikan” kata Suparto usai berkoordinasi dengan para dekan, ketua jurusan dan perwakilan mahasiswa, Kamis (12/11). 

 

Kerjasama Lain

Lebih lanjut, Suparto menambahkan, kerjasama UMM dengan konsorsium Erasmus Mundus juga akan berkembang dengan skema lain. Skema yang disusun adalah kerjasama untuk tahun 2010-2014 dengan anggota antara lain University Of Cagliari (Italy), University Of Murcia (Spain), University Of Oviedo (Spain), University Of Rovira I Virgili (Spain), dan Halmstad University (Sweden).

Sedangkan anggota dari Asia, selain University of Muhammadiyah Malang (Indonesia) adalah Beijing Foreign Studies University (China), Hunan Normal University (China), Lanzhou University (China), Kunming Institute Of Botany (China), Royal University Of Phnom Penh (Cambodia), University Of The Philippines Diliman (The Philippines), Amity University Uttar Pradesh (India), Yenepoya University (India), National University Of Laos (Laos), Hanoi National University Of Education (Vietnam). Sama seperti skema sebelumnya, kerjasama ini juga berbentuk pertukaran mahasiswa, dosen dan post-doctorate. Total dana hibah dalam kegiatan ini berkisar hingga Rp 77 Milyar.

 Sementara itu, UMM juga sedang menunggu jawaban atas tawaran dari British Council dalam program Prime Minister International to Connect (PMI2 Connect). Program ini menawarkan pertukaran mahasiswa dan dosen yang dikoneksikan dengan beberapa universitas di Inggris. “Letter of interest-nya sudah kami kirim. Tinggal menunggu jawaban dari universitas di Inggris untuk mengirim mahasiswa dan dosen,” kata Drs. Jarum, M.Ed, kepala divisi kerjasama Eropa dan Amerika BKLN UMM. (rka/nas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image