UMM Raih Hibah Penelitian 10 Miliar dari Dikti

Author : Humas | Senin, 23 Maret 2015 18:23 WIB
SATU-SATUNYA PTS: Berkat keberhasilan menjadi satu-satunya PTS kategori cluster Mandiri, UMM memperoleh dana hibah penelitian sebesar 10 miliar dari Dikti. Jumlah itu meningkat lima kali lipat dari tahun sebelumnya.

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan dana hibah senilai 10 miliar rupiah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) RI. Pencapaian tersebut merupakan kelanjutan dari status UMM yang meraih cluster Mandiri di bidang penelitian pada 2014 lalu. Dana tersebut naik lima kali lipat dari tahun sebelumnya yang berjumlah dua miliar.

      Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM Prof Dr Ir Sujono MKes menyebut, pengelompokan inilah yang menentukan anggaran yang didapat dari Dikti. “Sebenarnya, cluster Mandiri bisa mendapatkan dana lebih dari itu, tetapi karena kita masih berada di tahun pertama, maka kita mendapat 10 miliar,” ungkap Sujono.

      Cluster Mandiri merupakan kategori tertinggi dalam standarisasi penelitian Dikti. Kategori lain, secara berurutan yaitu cluster Binaan, Madya, Utama. Dari hasil penilaian terkini, hanya 14 kampus di Indonesia yang mampu meraih cluster Mandiri, selain UMM ada ITB, UGM, UI, Unpad, IPB, UNS, Unhas, Undip, UB, Unair, ITS, UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Andalas.

      Menurut Sujono, saat masih menyandang cluster Utama, UMM tidak bisa melakukan evaluasi penelitian yang dilakukan oleh penelitinya sendiri. Hal ini disebutnya sebagai pengujian kinerja sentralisasi, di mana evaluasi hanya bisa dilakukan oleh peneliti yang ditentukan oleh Dikti.

      “Sedangkan desentralisasi, penelitian dan evaluasi bisa dilakukan langsung oleh UMM dan itu hanya bisa dilakukan oleh cluster Mandiri karena cluster lain tidak mampu untuk melakukan desentralisasi,” ujarnya.

      Dari data yang diperoleh DPPM UMM, tercatat pada tahun ini ada 11 skema penelitian dengan 102 judul proposal. Diungkapkan Sujono, UMM berada di cluster Mandiri ini karena proposal dosen-dosen yang sangat banyak. Ia menambahkan, kalau UMM hanya berada di cluster Utama, maka tidak cukup untuk membiayai penelitian para dosen. “Pencapaian ini merupakan kerja keras selama delapan bulan,” katanya.

      Dengan banyaknya dosen yang sudah lulus S3, Sujono berharap akan memberi manfaat untuk menambah anggaran yang didapatkan UMM mengingat ada beberapa skema penelitian yang mensyaratkan gelar tertentu. “Insya Allah jika terus meningkat dosen yang sudah S3 maka UMM bisa mempertahankan cluster Mandiri,” harapnya.

      UMM menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta yang berada di cluster Mandiri di antara 13 Perguruan Tinggi Negeri saat evaluasi kinerja penelitian 2014. Saat ini, UMM juga sudah mendapatkan standar internasional oleh ISO 9001:2008. (nay/zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image