UMM Perhatikan Keamanan Pangan saat Berkurban

Author : Humas | Kamis, 23 Agustus 2018 09:52 WIB
Penyembelihan hewan kurban di UMM
 
Dalam Alquran surah Al-Kautsar [108] ayat 1-2 ditegaskan, setelah disebutkan kenikmatan yang besar, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mendirikan shalat dan berkurban sebagai bukti rasa syukur atas nikmat-nikmat itu. Kurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan dan membagikan hasil sembelihan.
 
Kesehatan hewan kurban sebelum disembelih, saat disembelih, dan setelah disembelih juga perlu untuk perhatikan. Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyiapkan sebanyak tujuh ekor sapi dan 21 ekor kambing. Menurut Imbang Dwi Rahayu selaku Tim Pemantau Kesehatan Hewan Kurban, kali ini UMM tak hanya memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih, namun juga saat dan sesudah penyembelihan.
 
"Kesehatan itu tidak hanya dicek saat ternak hidup, namun kami juga melakukan pengecekkan saat dan sesudah disembelih," papar Imbang.
 
Lebih lanjut, Imbang juga menyampaikan bahwa dengan memperhatikan proses perawatan hewan kurban adalah upaya UMM dalam memerhatikan ketahanan pangan mengingat daging hewan kurban ini akan dikonsumsi oleh masyarakat.
 
"Kita benar-benar memperhatikan keamanan dan kesehatan hewan-hewan kurban tersebut. Ini adalah upaya UMM dalam meningkatkan keamanan pangan," tandasnya.
 
Sementara itu, proses sebelum penyembelihan juga menjadi perhatian tim, salah satunya pada ketika perobohan hewan. Menurut Imbang, kesalahan perlakuan pada hewan kurban juga memengaruhi kualitas daging hewan kurban.
 
"Perlakuan yang benar memengaruhi kualitas daging. Kalau hewan stress daging yang akan diolah tidak bisa menghasilkan daging yang layak dikonsumsi karena daging akan alot," papar dosen Program Studi Peternakan tersebut.
 
Penangan secara insan juga diberikan pada hewan-hewan kurban tersebut. Seperti pada saat proses awal penyembelihan, satu kali tebas di bagian lehar harus putus tiga jalur, utamanya jalur darah yang harus dengan cepat terputus.
 
"Tata cara yang dianjurkan dalam Islam telah sesuai dengan cara-cara medis dalam pemotongan hewan. Jika dilakukan secara runtut dan benar, maka kualitas daging kurban akan terjamin," tegas Imbang. (nis/sil)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image