UMM Kembali Latih Relawan Peace Corps Amerika

Author : Humas | Rabu, 25 Maret 2015 15:21 WIB
KEENAM KALINYA: Sebanyak 65 relawan Peace Corps yang baru saja datang ke UMM 20 Maret 2015 ini akan dilatih selama tiga bulan.

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapatkan kepercayaan dari dunia internasional. Kali ini, sebanyak 65 relawan asal Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Peace Corp datang ke UMM untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Ini untuk keenam kalinya UMM dipercaya menangani relawan yang sekaligus berperan sebagai duta perdamaian itu.

      Kedatangan para relawan ini untuk mempersiapkan mereka menjadi guru bahasa inggris selama dua tahun yang akan disebar di Jawa Timur dan Jawa Barat. Sebelum itu, mereka akan dilatih oleh UMM selama tiga bulan melalui kegiatan Pre-Sevice Training (PST) di Batu, yaitu sejak 22 Maret hingga 10 Juni 2015.

      Selama tiga bulan itu mereka akan belajar mengenai metode pembelajaran, bahasa, dan budaya Indonesia agar nantinya dapat beradaptasi saat mulai ditempatkan di daerah-daerah,” ujar Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri Drs Suparto MPd saat ditemui di International Relations Office (IRO) UMM, Rabu (25/3).

      Ia mengungkapkan, UMM menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi pusat pelatihan bagi relawan Peace Corps. “Ini juga sejalan dengan misi kami untuk membawa suasana internasional ke dalam kampus,” katanya.

      Dari data yang diperoleh, terdapat tren kenaikan relawan Peace Corps yang dilatih oleh UMM setiap tahunnya. Pada 2010, sebanyak 20 relawan ambil bagian dalam program ini. Pada 2011 naik menjadi 30 relawan. “Pada 2012 ada 47 relawan, lalu 57 relawan di 2013, 67 relawan di 2014. Untuk tahun ini, seharusnya ada 70 relawan yang akan terlibat, namun lima di antaranya mengundurkan diri,” terang Suparto.

      Dengan adanya Peace Corps di UMM, Suparto menyebut semakin memperkuat internasionalisasi UMM. “Jika lembaga resmi pemerintah saja percaya dengan UMM, bagaimana dengan lembaga lain,” tandasnya.

      Sebelumnya, tepatnya bulan lalu, UMM juga bekerjasama dengan Singapore Polytechnic Singapura dan Kanazawa Institute of Technology Jepang untuk menyelenggarakan Learning Express. Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu itu bahkan sukses menciptakan inovasi-inovasi untuk masyarakat Kota Batu. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi 48 mahasiswa dari tiga negara, yaitu Indonesia, Jepang dan Singapura. (zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image