UMM Jalin Kerja Sama Akademik Dengan POLRI

Author : Humas | Selasa, 10 Agustus 2010 06:52 WIB

Serah terima dokumen MoU antara Kapusdokkes Polri, Brigjen (pol)  dr. Mussadeq Ishaq, DFM. dengan Rektor UMM Dr. Muhadjir Effendi, MAP.

       Senin (2/8), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) didampingi Pembantu Rektor (PR) II dan  Dekanat Fakultas Ke-dokteran (FK) menghadiri acara peresmian gedung paviliun Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gasum Porong, Sidoarjo dan sekaligus  menandatang-anani MoU antara Pusdokkes POLRI dengan UMM.

      “Paviliun ini diberi nama paviliun Mawar, yang merupakan lambang pangkat untuk Perwira Menengah (Pamen), karena paviliun ini memang diperuntukan bagi Pamen dan keluarga. Gedung ini mulai dibangun pada 3 Maret 2010 dan selesai pada 7 Juli lalu dengan total dana yang di-keluarkan sejumlah PR 401.945.000”, ungkap Ketua Panitia Pembangunan, Kompol dr. Farid Amansyah, Sp.PD. Sementara Kepala Pusat Pendidikan Penugasan dan Umum (Pusdik Gasum) Porong, Kombes. Pol. Drs. Erlangga Sutan Lubis, SH., berharap dengan adanya tambahan fasilitas tersebut bisa menjadikan RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong ini naik ke tingkat III  dalam waktu cepat, setelah selama ini hanya menjadi RS tingkat IV. “Kami menjalin kemitraan dengan UMM sebagai salah satu upaya dari grand strategy 2010-1015, partnership POLRI dengan berbagai mitra”, jelasnya lebih lanjut.

Rektor, Dr. Muhadjir Effendi, MAP., menerangkan, UMM melalui FK sudah menjalin kerjasama dengan RS Bhayangkara Porong sejak setahun yang lalu. FK sudah mengirim 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 mahasiswa untuk praktek di Rumah Sakit ini.  Pada kesempatan tersebut sekaligus diadakan penandatanganan MoU antara Pusdokkes POLRI dengan UMM.

Ke depan, UMM dan RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong berencana akan membangun unit Forensik. Unit ini nantinya akan memberikan banyak manfaat. Pertama, menjadi sarana pembelajaran yang konkret bagi mahasiswa kedokteran UMM pada bagian foreksik. Kedua, membantu kinerja kepolisian Porong dan sekitarnya dalam uji forensik. Sebab selama ini RS yang menyediakan fasilitas uji forensik masih terbatas, yaitu di Surabaya. “Pembangunan unit ini merupakan suatu bentuk kerjasama win-win solution, akan sangat bermanfaat bagi semua pihak, termasuk masyarakat sekitar”, ujar Dekan FK UMM, dr. Hj. Irma Suswati, M.Kes.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) POLRI, Brigjen. Pol. dr. Mussadeq Ishaq, DFM menyambut baik rencana tersebut. Dia berharap rencana pembangunan unit Forensik ini bisa terealisasi dalam  waktu dekat.  “Yang kita butuhkan saat ini adalah kegiatan yang konkret dan sinergi, untuk kemajuan bersama dan terutama untuk kepentingan masyarakat”, imbuh Mussadeq.

Di akhir acara Kapuspendokkes Polri menyampaikan harapannya kepada Rektor UMM untuk dapat melaksanakan proses akreditasi bagi RS Bhayangkara  Porong sebagi Rumah Sakit Pendidikan. “Dengan demikian akan semakin me-ningkatkan kualitas, baik kualitas RS, kualitas dokter-dokter muda UMM yang menjalankan praktek disini, juga meningkatkan performance Kepolisian Porong dalam pelaksanaan tugas yang terkait dengan uji forensik”, pungkasnya. trs/jss

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image