UMM Datangkan Dua Profesor Asal FilipinaUlas Cara Belajar Abad 21

Author : Humas | Selasa, 27 Februari 2018 14:16 WIB
Salah satu dosen tamu dari Filipina, Prof. Dr. Henry Gabriel Magat, menyampaikan materi pada kuliah tamu. (Foto : Ariel)

Nampaknya, pendidikan menjadi salah satu faktor utama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meningkatkan kualitas mahasiswa magisternya. Oleh karena itu, UMM mengadakan kuliah tamu bagi mahasiswa magister antara lain magister pendidikan bahasa inggris, magister pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, magister kebijakan dan pengembangan pendidikan, dan magister pendidikan matematika dengan mendatangkan dua profesor asal Filipina  yaitu Prof. Dr. Henry Gabriel Magat dan Prof. Dr. Virgilio Umangay Manzano.

Acara yang dilaksanakan (24/2) di Aula GKB 4 ini mengusung tema A Place-based Curriculum Design for A Holistic Education in ASEAN Educational Institutions. Secara khusus kedua pembicara yang hadir membahas kurikulum secara terperinci,termasuk strategi dalam pengembangan kurikulum yang baik.

Manzano menyampaikan, dalam ranah pendidikan setiap orang bisa menjadi guru karena di setiap profesi masing-masing individu mempunyai kesempatan untuk mengajar orang lain. Khusus untuk guru, kesempatan untuk membentuk lingkungan belajarlebih luas. Mereka jugamemiliki keluluasaan untukmendorong kreativitas siswa melalui beberapa cara.

Pertama, modelling (pemberian suri taulandan). Dalam konteks ini, guru bisa menjelaskan bagaimana cara menciptakan ide-ide. Kedua, mengkomunikasikan harapan, guru memberitahu siswa bahwa ide kreatif perlu diutarakan. Ketiga yaitu reinforcement (penguatan).

“Siswa sering patah semangat bukan karena merasa sulit di pembelajaran melainkan kurang diberi motivasi dan diberi penghargaan. Penghargaan tidak hanyaperludiberikan kepada siswa yang sukses,tetapi juga kepada siswa yang gagal dalam belajar,”ujar Prof. Dr. Henry Gabriel Magat.

Selain itu, dalam mencapai strategi yang menyeluruh di dalam kelas, peran guru untukmemvariasikan strategi sangat diperlukan.Menurut Magat, guru yang hebat adalah guru yang multi strategi dan multi metode.

“Dengan demikian, guru bisa memahami berbagai karateristik siswa karena cara belajar siswa dalam satu kelas pasti berbeda satu sama lain,” jelasnya.

            Dalam kegiatan ini, juga dipaparkan pendekatan dalam pembelajaran dan praktik pembelajaran abad 21.Terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan, yakni pembelajaran berbasis masalah, penelitian/pengamatan, dan proyek/tugas. Magat juga menjelaskan sepuluhpraktik yang sebaiknya dilakukan guruuntuk mendukung pembelajaran abad 21 ini yaituketerampilan komunikasi, pelibatan siswa dalam pembelajaran, penggunaan humor, bertindak, pemberian perintah yang benar, pemberian ruang belajar individual, pemberian positif feedback, pelibatan siswa dalam pengambilan keputusan, pemanfaatan pembelajaran kooperatif, dan mencintai pelajaran.Dengan adanya praktik tersebut, siswa dituntut untuk memiliki pola pikir yang sangat kritis agar dapat memecahkan masalah yang ia hadapi.

“Untuk membelajarkan siswa agar memiliki pikiran yang kritis, juga dilibatkan pola pikir mulai dari tingkat sederhana (mengetahui) sampai tingkat sulit (evaluasi),” tukas Magat. (wrd/sil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image