Indonesia English Arabic

Tahun 2035 Dunia Krisis Pangan, Begini Kata Dekan Pertanian-Peternakan

Author : Humas | Jum'at, 07 Desember 2018 16:41 WIB

BERITA UMM

David Hermawan (tengah). (Foto: Istimewa)
"Tahun 2035, di seluruh dunia akan terjadi krisis pangan," kata Dekan Fakultas Pertanian Peternakan UMM, Dr. Ir. David Hermawan, MP., IPM, Kamis (6/12). Hal ini terjadi, disebabkan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat. Pertumbuhan ini, sebut David, tidak seimbang dengan ketersediaan pangan, energi, dan air di dunia.
 
Meski begitu, sambungnya, dikatakan beberapa kalangan Indonesia tidak sampai terdampak bencana ini. "Tapi Indonesia, merupakan negara yang siap menghadapi krisis ini. Karena kita mempunyai geografis yang bagus dengan cadangan air yang banyak dan tanah yang subur," lanjut David. 
 
Hal itu disampaikan David saat pelatihan bagi analis kredit Bank Nasional Indonesia (BNI). Pelatihan ini sebagai upaya untuk peningkatan keterampilan dalam pembiayaan di bidang Pertanian dan Peternakan. Utamanya, berharap agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tepat sasaran.  
 
David mengatakan, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang siap berperan dalam krisis pangan di masa depan. Hal ini, lanjut David, lantaran FPP UMM mempunyai program studi di seluruh sektor pangan yaitu, Peternakan, Pertanian, Perikanan, serta Kehutanan.
 
"Yang minta pelatihan kepada kita itu bukan hanya Bank BNI saja. PT. Aqua juga pernah tentang perikanan. (Unit Pembangk Listrik Tenaga Uap, red.) Paiton juga pernah minta pelatihan tentang peternakan dan perikanan untuk pegawai yang akan pensiun," papar David.
 
Pelatihan semacam ini, menurut David, sangat penting untuk menyiapkan para pemangku kepentingan, termasuk petani dan peternak dalam menghadapi krisis. Menurutnya, di masa sekarang ada tiga sektor yang paling penting untuk digarap yaitu pendidikan, pangan, dan kesehatan. 
 
Di aspek mutu pendidikan, sejumlah program studi UMM telah memperoleh akreditasi A. Juga mempercepat proses sejumlah Prodi yang masih tertinggal. Disamping itu, pihaknya juga akan mengembangkan Prodi yang terekognisi oleh lembaga akreditasi internasional. 
 
UMM sendiri, sebut Wakil Rektor I Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si yang membidangi akademik, memiliki 3 Prodi terekognisi Asean University Network-Quality Assurance (AUN QA). Yakni Prodi Manajemen, Pendidikan Biologi dan Peternakan. Sejumlah Prodi lainnya bakal segera menyusul.
 
Kinerja penelitian dan publikasi jadi sorotan tersendiri. Utamanya publikasi di jurnal internasional bereputasi. Syamsul mengaku telah memiliki skema pembinaan serta pengembangan khusus agar dosen bisa mempublikasikan artikelnya di jurnal internasional bereputasi. 
 
“Tak kalah penting," tandas Syamsul, "prestasi kemahasiswaan juga tolok ukur yang tidak boleh tertinggal. Dari sekian (strategi) itu, kita punya modalitas untuk terus kita kembangkan." Tak heran, UMM kian dilirik banyak kalangan untuk diajak kerjasama. (usa/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image