Suka Film Sejak SMA, Produksi Sekitar 6-8 Film

Author : Humas | Rabu, 18 Maret 2015 16:10 WIB
PRODUKTIF: (dari kanan ke kiri) Umar, Yuli dan Maharina saat memproduksi film bersama.

UMAR Abdul Aziz, Yuli Lestari, dan Maharina Novia Zahro adalah tiga di antara puluhan anggota unit kegiatan mahasiswa (UKM) Sinematografi Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang produktif. Passion di dunia film membuat mereka menikmati setiap produksi film yang dilakukan. Umar misalnya, yang telah berpengalaman menggarap film fiksi dan dokumenter.

      “Saya sudah memproduksi sekitar delapan film. Biasanya saya bertanggung jawab di storyboard atau kameramen. Tapi paling sering sih storyboard,” ungkap Umar yang juga menjabat sebagai ketua Kine Klub UMM.

      Seperti halnya Umar, Sekretaris Kine Klub UMM Yuli Lestari juga memproduksi sekitar tujuh film. Lima di antaranya diproduksi selama menjadi mahasiswa, sisanya ketika Yuli berstatus siswa SMA.

      “Kebetulan waktu SMA memang ada pelajaran film. Paling sering saya di departemen penyutradaraan ketika produksi. Kadang  jadi sutradara, kadang asisten sutradara,” kata mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMM ini.

      Berbeda dengan Umar dan Yuli yang sudah berkecimpung di dunia film sejak SMA, Maharina pertama kali tertarik dengan dunia film ketika awal kuliah pada 2012. Ketertarikan dan keterlibatan Maharina di dunia film membuatnya saat ini dipercaya sebagai direktur Malang Film Festival (MAFI Fest) 2015.

      “Dulu tidak bisa film sama sekali, bisanya cuma nonton aja di laptop. Sekarang bisa produksi sendiri, bahkan bisa ngerjain event film seperti MAFI Fest ini juga. Sampai sekarang sih sudah memproduksi sekitar 6-7 film. Paling sering jadi produser atau bagian manajerialnya. Sesekali juga di departemen penyutradaraan,” tutur Maharina.

      Tak hanya Umar, Yuli, dan Maharina saja, dua tahun silam beberapa perwakilan dari Kine Klub UMM yang menguasai bidang department of photography (DOP) dan sound tergabung dalam tim LA Indie Movie 2013. Film berjudul “Jumprit Singit” ini bahkan sudah diputar hingga Singapura dan Eropa.

      “Ini merupakan kebanggaan bagi Kine Klub maupun UMM, anggota kami filmnya bisa diputar di luar negeri,” terang Umar.

      Ia berharap film-film karya sineas Malang khususnya bisa diputar dan diapresiasi secara nasional bahkan internasional.

      “Film ‘Darah Biru Arema’ merupakan contoh film karya sineas Malang yang berhasil masuk ke kancah nasional dan internasional. Semoga menyusul film-film lainnya,” harapnya. (zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image