Studi Banding Unimor ke UMM

Author : Administrator | Senin, 26 Oktober 2009 00:00 WIB

Berita UMM

 

Studi Banding Unimor ke UMM

 

Universitas Timor (Unimor) mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (12/10). Pembantu Rektor I, II dan beberapa dekan Unimor diterima di Rektorat. Rombongan disambut PR I Prof. Dr. Sudjono, PR II Drs. Mursidi,  MM, Kabiro Kemahasiswaan Drs. Atok Miftahul Huda, MPd, Kabiro Kerjasama Luar Negeri Drs. Soeparto, MSi, Wakil Direktur DP2M Dr. Ir. Adi Sutanto dan PD III FISIP Drs. Saiman, MSi sebagai perwakilan dekanat UMM.

PR I Unimor, Nikolas Nik, mengatakan, Unimor masih tergolong baru. Lokasinya yang berada di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste mempunyai peran yang cukup besar untuk memajukan wilayah perbatasan. Diakuinya, daerah yang terpencil membuat akses Unimor sangat minim. Kunjungan kali ini, diharapkan sebagai salah satu langkah memperluas akses dengan Perguruan Tinggi. “Selain itu, Unimor tertarik dalam pengembangan unit profit, pengelolaan mutu akademik, pengelolaan laboratorium serta pengembangan kemahasiswaan dan beasiswa,” kata Nikolas.

Mengenai pengembangan kemahasiswaan, Kabiro Kemahasiswaan UMM, Athok Miftahulhuda mengatakan, jumlah mahasiswa UMM yang mencapai 21.000 mahasiswa, menjadikan semangat tersendiri untuk mengasah potensi penalaran, minat bakat, kesejahteraan dan karier mahasiswa. Setiap mahasiswa diyakini memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Untuk itu, UMM sangat mendukung berkembangnya Lembaga Intra, Unit Kerja Mahasiswa (UKM), Lembaga Semi Otonom (LSO), Enterpeneur Club serta maksimalisasi mahasiswa partimer.

“UMM meyakini organisasi mahasiswa menjadi salah satu wadah pengembangan keanekaragaman potensi mahasiswa,” ujarnya. Athok mencontohkan, Kine Klub UMM sebagai wadah mahasiswa pencinta sinematografi, selalu memunculkan sineas-sineas muda yang mampu bersaing secara nasional. Salah satu jebolan UKM ini adalah Moh.Abdul Malik dan Taufan Agustiyan berhasil menjadi finalis Eagle Awards Documentary Competion yang digelar Metro TV.

Athok meyakini, prestasi nasional yang diperoleh ini, berawal dari prestasi kecil yang dirangsang dengan penghargaan oleh UMM. Lebih lanjut, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan ini mengatakan, setiap prestasi sekecil apapun selalu memperoleh reward, semisal diprioritaskan memperoleh beasiswa. Sampai bulan September, UMM telah memberikan beasiswa kepada sekitar 450 mahasiswa. Namun Athok juga tidak memungkiri, ada pula kenakalan dan pelanggaran mahasiswa. Biro kemahasiswaan UMM selalu menerpakan punishment dan reward. “ Tiada hari tanpa prestasi, tiada prestasi yang tidak dihargai. Namun Tiada pelanggaran yang tidak terkena sangksi,”ujarnya.

“Tidak hanya itu, aktif berorganisasi memberikan peran penting terserapnya lulusan UMM di dunia kerja. Karena lulusan UMM memperoleh teori secara akademik serta memiliki pengalaman kerja selama di bangku kuliah.”pungkasnya.

Rombongan kemudian mengunjungi Badan Kendali Mutu Akademik (BKMA), Lab Ekonomi, Lab FISIP, Lab Agronomi dan dilanjutkan istirahat di Hotel Pendidikan UMM, University Inn. (rka)

 

 

 

 

 

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image