Spesial, 12 Diplomat Asing Hadiri Wisuda UMM

Author : Humas | Jum'at, 25 Agustus 2017 13:14 WIB
Para diplomat asing berfoto bersama Rektor UMM saat pembukaan the 12th Promotion to Indonesian Language and Culture for Foreign Diplomats.

SUASANA Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-85 yang berlangsung besok (26/8) bakal terasa lebih spesial karena dihadiri langsung 12 diplomat asing dari Afrika Selatan, Fiji, Iran, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Kolumbia, Laos, Papua Nugini, Spanyol, Sri Lanka, dan Zimbabwe. Sebelumnya, para diplomat itu juga turut serta dalam perayaan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2017 di Heliped UMM.

Kehadiran mereka di UMM merupakan bagian dari program the 12th Promotion to Indonesian Language and Culture for Foreign Diplomats Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang diamanahkan pada unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM. Selama sebulan, yaitu sepanjang bulan Agustus, BIPA UMM bertugas mendidik para diplomat itu agar menyatu dengan masyarakat dan kearifan lokal Indonesia.

Dikatakan Kepala BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto MSi, kegiatan para diplomat meliputi dua skema, yaitu pengembangan khazanah budaya Indonesia di dalam kelas dan kegiatan di luar kelas (outing class)tiap akhir pekan dengan berkunjung dan tinggal di rumah warga maupun bertamasya ke sejumlah tempat wisata. Arif menjelaskan, selain belajar bahasa Indonesia, para diplomat itu juga diajarkan tentang karawitan, menari, membatik, mendalang, memainkan alat musik tradisional, dan pariwisata. 

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, setelah di pekan awal mereka mempelajari kosakata dan tata bahasa, pada dua pekan akhir mereka diajarkan tentang cara bertamu, jual-beli, tawar-menawar, serta kebiasaan-kebiasaan orang Indonesia. Mereka juga belajar mengenal makanan khas, sistem keluarga di Indonesia, hingga hobi dan olahraga yang biasa dilakukan orang Indonesia.

Agar wawasan itu lebih mengena, pada outing class, mereka diajak menginap di rumah warga dan mengikuti kegiatan tuan rumah. Misalnya pada akhir pekan lalu di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Berhubung penduduk Sidomulyo mayoritas bekerja sebagai petani bunga, para diplomat lantas ikut berkebun dan mengolah tanaman. Tak hanya itu, untuk mengaplikasikan pengetahuan tentang jual-beli dan tawar-menawar harga, beberapa diplomat juga diajak oleh tuan rumahnya untuk belanja ke pasar.

Sebelumnya, mereka juga telah diajak mempelajari potensi wisata di Café Sawah Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang, lalu di Coban Rondo Kota Batu, dan Pantai Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo. Diplomat asal Papua Nugini, Martinez Wasuak mengaku kagum akan ide Café Sawah di Pujon Kidul. “Bagus sekali, ini memberdayakan petani dan masyarakat setempat. Sangat indah, terima kasih UMM saya diajak mengunjungi tempat ini. Saya berharap bisa membuat seperti ini (Café Sawah) di negara saya, karena di sana tidak ada tempat seperti ini,” ungkapnya takjub.

Yang menarik, hasil dari mempelajari khazanah Indonesia selanjutnya diwujudkan dalam bentuk karya dan praktek kesenian. Misalnya pelajaran membatik, di mana tiap diplomat diminta membuat dua karya motif batik. Karya pertama mereka buat di atas kain persegi panjang dengan motif yang sudah tersedua, dan karya kedua mereka menggambar sendiri motifnya, lalu membatik motif yang telah mereka rancang itu. Berbagai hasil karya mereka akan ditampilkan pada pameran sekaligus penutupan pada Selasa (29/8) mendatang.

Pramono Anung Beri Orasi Ilmiah

Selain dihadiri 12 diplomat asing, wisuda kali ini juga menghadirkan Sekretaris Kabinet RI, Dr Ir Pramono Anung Wibowo MM, untuk memberi orasi ilmiah pada 1744 wisudawan. Pramono dikenal sebagai pelobi ulung yang menjadi jembatan Presiden Jokowi dalam mengkomunikasikan kebijakan-kebijakannya pada masyarakat, hingga rekan dan lawan politik.

Keahlian Doktor lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran ini dalam manajemen dan komunikasi politik tak perlu diragukan lagi. Karena itulah, kehadiran Pramono diharapkan dapat menginspirasi lulusan UMM. Jam terbang, jaringan, dan pengalamannya bisa menjadi pelajaran berharga bagi para wisudawan sebelum pada akhirnya terjun di dunia kerja. 

Kehadiran Pramono sekaligus melanjutkan tradisi UMM menghadirkan tokoh-tokoh bangsa di kampus ini. Pada 2017 saja, setidaknya sejumlah tokoh telah datang ke UMM, di antaranya Presiden Joko Widodo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menkominfo Rudiantara, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, mantan Mendikbud Mohammad Nuh dan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung. Selain tentunya Mendikbud Muhadjir Effendy dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fadjar yang memang menjabat Badan Pembina Harian (BPH) di UMM. (ich/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image