Setelah UGM, UMM Jadi PT yang Mengawali Kukuhkan Insinyur

Author : Humas | Senin, 19 November 2018 09:36 WIB
Pengukuhan dilakukan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS. (Foto: Aan/Humas)
GELARAN yudisium profesi Insinyur yang diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama IV Universitas Muhammadiyah Malang (GKB IV UMM), Sabtu (17/11), mengukuhkan setidaknya 7 Insinyur baru. Pengukuhan dilakukan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. M. Bisri, MS. 
 
“Di Jawa Timur ini baru pertama kali ada yudisium pengambilan sumpah Insinyur. Kalau di Indonesia itu pertama UGM, kedua baru UMM,” kata Bisri.
 
Peraturan Menristekdikti  Nomor 35 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Studi insinyur memberikan mandat kepada 40 Perguruan Tinggi se-Indonesia untuk membuka PSPPI termasuk UMM. Melalui proses perkuliahan, mahasiswa PSPPI berhak menyandang gelar Insinyur atau “Ir.”. 
 
Setelah mendapat gelar Ir., mereka dapat  mengisi portofolio dan ujian yang diselenggarakan PII Pusat untuk mendapatkan gelar insinyur profesional pratama, insinyur profesional madya, dan insinyur profesional utama. Setelah mendapatkan gelar tersebut mereka diharapkan dapat bersaing dengan tenaga asing. 
 
Menurut Bisri, di Indonesia gelar Insinyur sangat sedikit. Dari sekitar 20-an ribu anggota PII, hanya 4300 orang saja yang bergelar Insinyur. “Saya menginginkan agar program Insinyur ini harus dipercepat. Karena kalau di sarjana teknik, kalau mau jadi insinyur harus menunggu dua tahun. Maka tidak heran jika pesertanya sedikit,” ujar Bisri.
 
Selain itu Bisri juga menginginkan untuk diadakannya desain besar untuk jaminan lapangan pekerjaan untuk para sarjana. Menurutnya, harus ada data statistik yang jelas terkait keterbutuhan sarjana dan insinyur di pemerintah dan perusahaan. Dengan maksud agar perguruan tinggi bisa menyiapkan. 
 
“Banyak sekali lulusan yang tidak tepat sasaran karena ketidakjelasan peluang. Kita ngoyo-ngoyo menyiapkan mahasiswa agar bisa membangun negeri di bidangnya, anak teknik ketika lulus malah jualan pakaian, ini kan sia-sia,” tandasnya. (usa/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image