'Sembelih' Dinosaurus, UMM Siap Pecahkan Rekor MURI

Author : Humas | Selasa, 02 April 2019 16:31 WIB
 
Pantauan Kampung Hijau dari udara menggunakan drone. (Foto: Istimewa)

KELOMPOK mahasiswa praktikum “Prospero” event management Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bakal mengukir Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sabtu 6 April mendatang. Rekor yang akan diukir adalah pembuatan replika dinosaurus berukuran 7x5 meter yang terbuat dari tempe.

Rencananya, replika tempe dinosaurus ini akan ‘disembelih’ oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Penyembelihan ini sekaligus sebagai simbol peresmian tempat wisata baru di Kota Batu, yakni Kampung Hijau Tempenosaurus. Berbagai persiapan jelang acara peresmian pun sudah mulai dilakukan.

Proses pembuatan tempe dinosaurus ini sudah mulai dilakukan, Selasa (2/4). Hal ini dikarenakan proses pembuatan tempe membutuhkan waktu cukup lama, yakni 3-4 hari. Tak sampai mubadzir, nantinya replika ini akan dibagikan kepada pengunjung dan juga masyarakat yang melintas di sekitar kawasan wisata Jawa Timur Park 3.

Proses pengecetanan Kampung Hijau Tempenosaurus. (Foto: Istimewa) 

Baca juga: UMM Tetapkan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah sebagai Dosen Pascasarjana

Jamroji selaku dosen pembimbing pratikum mengungkapkan, untuk mewujudkan pemecahan rekor MURI tersebut, Jamroji dan mahasiswa bimbingannya melibatkan baik warga sekitar maupun perusahaan seperti PT. INDANA sebagai penyedia cat Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ), dan juga Jawa Timur Park Group.

“Untuk membuat replika tempe dinosaurus tersebut dibutuhkan kurang lebih 12-15 orang dan menghabiskan biaya hampir 20 juta rupiah untuk menyiapkan alat dan juga bahan yang diperlukan,” ungkap dosen yang sebelumnya sukses mendampingi kelompok mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi “Guys Pro” menggarap KWJ.

Demi tercapainya pemecahan rekor ini, usaha yang tentu dilakukan tidaklah mulus. “Banyak hal yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Karena proyek ini melibatkan berbagai pihak. Sehingga dalam membuat suatu keputusan harus di musyawarahkan bersama,” sambung Jamroji, Selasa (2/4).

Baca juga: Ini Indikator Wanita Milenial Menurut Para Pakar

Ketika pengajuan pemecahan rekor MURI ini ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Rencana awal replika tempe dinosaurus itu akan diberi formalin dan hendak dipamerkan di Jawa Timur Park 3. Namun begitu, untuk kategori makanan, tempe yang dibuat replika disyaratkan untuk dikonsumsi dan tidak boleh tersisa.

Dosen lulusan Edith Cowan University Western Australia ini juga menambahkan, sebelumnya ia juga pernah mencetuskan beberapa eksperimen unik mengenai jenis-jenis olahan tempe yang sebelumnya belum pernah ada. Seperti es krim tempe, brownis tempe, pudding tempe, dan lainnya. Berbagai panganan ini bisa ditemukan di pameran UKM. (zak/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Muhammadiyah