Sekda Malang di UMM: Kita Harus Mampu Memberikan Inovasi

Author : Humas | Selasa, 10 Desember 2019 10:31 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH. (Foto: Rizki/Humas)

“Kita tahu bahwa di kota Malang memiliki banyak sekali kampung tematik, yang bermula dari Kampung warna-warni dan mengispirasi lahirnya kampung-kampung tematik yang ada di kota Malang. Saya kira kita sebagai warga, masyarakat maupun mahasiswa harus mampu untuk membaca kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan serta memberikan inovasi yang berdampak baik di lingkungan kita,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Drs. Wasto, SH, MH.

Wasto melanjutkan, bahwa Inovasi pemerintah dan kemampuan beradaptasi dengan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan bagi organisasi pemerintah agar lebih responsif terhadap perubahan.

“Pelaksanaan E-Government harus dilaksanakan secara masif dengan menyiapkan infrastruktur data dan jaringan yang mumpuni. Dan menyiapkan infrastruktur sumber daya manusia yang terampil serta memiliki information technology literacy yang tinggi,” jelas Dr. Nuryanti Mustari, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Baca juga: Perpustakaan UMM Pertahankan Akreditasi A

Selain itu, menurut Nuryati ada juga lima dimensi yang dibutuhkan dalam Learnig Oganization yakni dimulai dari System Thinking (Sistem berfikir), Personal Mastery (penguasaan diri), Mental Model, shared vision (visi bersama), serta membuat kelompok pembelajaran atau Team Learning.

Sedangkan di acara yang sama yakni pada Simposium Nasional dengan tema Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Revolusi Industri 4.0, Dr. Ria Angin, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Jember menjelaskan tentang  pengaruh kesenjangan Gender yang masih menjadi masalah. Berdasarkan data dari Indeks Kesenjangan Gender tahun 2017,  Indonesia berada pada urutan 9  sedangkan di dunia berada di urutan ke 84.

Baca juga: Smart Tongkang Karya Mahasiswa UMM Raih Silver Medal di Jepang

Agenda ini diadakan Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM), Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) dan Program studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan UMM. Serta diikuti oleh 18 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

“Kegiatan Simposium ini sebenarnya berbarengan dengan empat kegiatan yakni,  Simposium nasional, persentasi hasil karya ilmiah mahasiswa yang berkaitan dengan Ilmu Pemerintahan, Seminar Nasional, serta pelatihan penelitian berbasis data. Saya rasa kegiatan ini menjadi jujukan bagi mahasiswa dalam mempublikasi makalahnya,” pungkas Ach. Apriyanto Ramadhon selaku ketua pelaksana. Senin (9/12). (riz/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image