Sambut Tim Robot UMM, Haedar Nashir: Ini Aktualisasi ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa’

Author : Humas | Senin, 10 April 2017 07:53 WIB
Haedar Nashir saat menyambut kedatangan rombongan Tim Robot UMM.

KETUA Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Haedar Nasir, M. Si. mengaku bangga atas prestasi yang diraih Tim Robot Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada kontes robot internasional di Trinity College, Connecticut, America Serikat (AS) pada 2 April 2017 lalu. Ia mengapresiasi keberhasilan mahasiswa UMM yang sukses meraih Juara 1 dan 2 serta poster favorit robot berkaki mengalahkan sejumlah negara seperti Israel, Tiongkok, Kanada, Portugal, Uni Emirat Arab dan tuan rumah Amerika Serikat. 

“Saya selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah mengapresiasi penuh atas keberhasilan mahasiswa UMM yang sudah mengalahkan banyak negara dalam perlombaan internasional,” ungkapnya saat menyambut kedatangan para peserta lomba di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (7/4). 

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa UMM dalam kejuaraan internasional merupakan bukti gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan. “Muhammadiyah gerakan berkemajuan yang akan terus kita buktikan. Salah satunya dengan prestasi internasional yang ditorehkan mahasiswa UMM ini,” jelasnya. 

Tidak hanya itu, Haedar juga menyatakan keberhasilan tim ini merupakan aktualisasi slogan yang diusung UMM selama ini, yaitu "Dari Muhammadiyah untuk Bangsa".

Bukan rahasia lagi bahwa pemuda adalah aset paling berharga sebuah bangsa. Maka dari itu, Haedar mengharapkan lebih banyak lagi dukungan serta apresiasi berbagai pihak untuk para pemuda berprestasi, demikian pula kaum kaum muda Muhammadiyah. “Semua amal usaha Muhammadiyah harus memberikan ruang dan fasilitas pada anak muda bangsa yang hendak berinovasi,” jelasnya.

Selain itu, Haedar juga berharap para elit bangsa sebagai pemangku kebijakan juga memberikan dukungan penuh jika para pemuda Indonesia ingin berinovasi untuk merubah Indonesia ke arah yang lebih positif. Sokongan dana dan fasilitas dari negara hingga saat ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan terobosan-terobosan baru yang dilahirkan.

Meski memerlukan dukungan dana dan fasilitas yang optimal dari berbagai pihak termasuk pemerintah, Haedar juga menekankan pentingnya pemerintah memberikan contoh yang baik bagi perkembangan kualitas para inovator muda Indonesia. Haedar mencontohkan, kisruh yang terjadi dalam rapat DPD dan kasus korupsi menjadi salah satu aspek yang dapat melemahkan Indonesia dalam memberikan fasilitas pada para inovator muda Indonesia. “Seharusnya pejabat-pejabat itu malu sama anak muda yang sudah mencetak banyak berprestasi,” tukas Haedar. (jal/sil/han)      

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image