Robert John Pope: UMM Miliki Intellectual Honesty

Author : Humas | Jum'at, 29 Mei 2015 15:57 WIB
Robert John Pope, wisudawan UMM asal Australlia

DI jajaran wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dikukuhkan besok, Sabtu (30/5), terdapat wajah warga asing. Dia adalah Robert John Pope, warga Australia yang baru saja berhasil lulus di Magister Agama Islam (MAI) UMM.

      Ketertarikan Robert pada studi Islam dilatari keinginan mempelajari Islam dari ahli dan sumbernya secara langsung. “Kalau belajar Islam ke non-muslim itu keliru,” kata Robert yang menulis tesis tentang Menemukan Kembali Islam Inklusif: sebuah Riset Naratif terhadap Usman Ibrahim.

      Sebelum memilih UMM, semula Robert mencari info tentang beberapa kampus yang mengajarkan tentang studi Islam. Pilihannya jatuh pada UMM lantaran ada kontak pribadi serta kecocokan visi akademik dengan sejumlah dosen di MAI UMM, terutama dua guru besar yaitu Prof Tobroni dan Prof Syamsul Arifin.

      Sebagai balas budinya pada UMM, pria asal Renmark, Australia ini ingin membangun kemitraan antara lembaga tempatnya bekerja, Equal Access, dengan Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) PPs UMM.

      Bagi Robert, UMM sangat mendukung pemikiran rasional, sangat terbuka, serta memiliki intellectual honesty yang kuat. Ia juga mengaku terpukau dengan cara UMM menampilkan dirinya, misalnya dari video UMM pernah saya lihat. “UMM adalah kampus yang luar biasa. Kampus ini memiliki masa depan yang cerah.”

      Selepas lulus dari S2 MAI UMM, Robert berencana melanjutkan studinya di S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) UMM. “Tapi saya harus kembali ke Australia dulu untuk bekerja lagi selama setahun. Rencananya, bulan Juli tahun depan (2016) yang akan mengambil kuliah doktor di UMM.”

      Sebagai penganut Kristiani, Robert memiliki cara pandang yang menarik dalam beragama. “Sekalipun saya beragama Kristen, tapi saya tidak makan babi dan juga tidak minum minuman keras. Tapi dasarnya itu rasional, karena bagi saya, kalau mau sehat, ya harus mengkonsumsi makanan halal,” tegasnya.

      Ketua program studi MAI PPs UMM Prof Dr Tobroni MSi menyebut Robert adalah seorang Kristen-Islam. Menurutnya, Robert secara formal beragama Kristen tetapi penganut tauhid. Robert mendalami monoteisme agama Ibrahim dan agama samawi lainnya termasuk Kristen.“Robert memiliki cita-cita mempertemukan agama-agama samawi, khususnya Kristiani dan Muslim di Australia,” ujarnya.

      Program Pascasarjana UMM memiliki sepuluh Program Magister dan tiga Program Doktoral. Kesepuluh Program Magister tersebut yaitu Manajemen, Sosiologi, Ilmu Hukum, Agama Islam, Agribisnis, Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Psikologi (pilihan Sains dan Profesi), Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, serta Double Degree Magister Manajemen dengan Profesi Akuntansi. Sedangkan, Program Doktoral yaitu Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Pendidikan Agama Islam dan Ilmu Pertanian. (han/nas)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image