Replika Dinosaurus Terbesar dari Tempe Masuk MURI

Author : Humas | Senin, 08 April 2019 09:32 WIB
Berfoto bersama usai penganugerahan rekor MURI. (Foto: Istimewa)

KELOMPOK mahasiswa praktikum event management “Prospero” Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukir Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Sabtu, (6/4) siang ini. Rekor yang diukir adalah pembuatan replika dinosaurus terbesar yang terbuat dari tempe.

Replika dinosaurus berukuran 7x5 meter ini ‘disembelih’ oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Hal ini sekaligus menandai peresmian destinasi wisata baru di Kota Batu, Kampung Hijau Tempenosaurus. Kehadirannya menyusul kesuksesan Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) sebelumnya.

“Dilaunchingnya Kampung Hijau Tempenosaurus sesungguhnya menginisiasi bangunan peradaban kemanusiaan. Karena yang diharapkan dari pembangunan di manapun adalah people center development; pusat dari seluruh pembangunan adalah pembangunan manusia yang ada di dalamnya,” kata Khofifah.

Disebut Khofifah, membangun perkampungan adalah membangun peradaban. Membangun peradaban adalah membangun tatanan sosialnya, budayanya, serta estetikanya. “Partnership ini terbangun dengan sangat baik, antara korporasi yakni PT. Indana dan UMM sebagai perguruan tinggi,” ungkapnya.

Piagam penghargaan MURI untuk UMM. (Foto: Istimewa)

Baca juga: Wapres Jusuf Kalla: Bangsa tak Memiliki Batas

Sementara itu, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menyebut, proses pembangunan kampung ini tidak cukup berhenti pada pengecetan. Pihaknya juga akan mulai memikirkan perencanaan tatanan sosial, ekonomi, bahkan pendidikannya. “Utamanya pada upaya peningkatan kompetensi masyarakatnya,” sebutnya.

Upaya pembangunan dari segala aspek oleh UMM juga dilakukan di wilayah lainnya. Selain tentunya KWJ, lainnya yakni Wisata Kampung Topeng Desaku Menanti Kota Malang, serta sejumlah wilayah lainnya. UMM juga akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Turen, Kabupaten Malang. 

Proses pembuatan tempe dinosaurus ini sudah mulai dilakukan, Selasa (2/4). Hal ini dikarenakan proses pembuatan tempe membutuhkan waktu cukup lama, yakni 3-4 hari. Tak sampai mubadzir, nantinya replika ini dibagikan kepada pengunjung dan juga masyarakat yang melintas di sekitar kawasan wisata Jawa Timur Park 3.

Jamroji selaku dosen pembimbing praktikum mengungkapkan, untuk mewujudkan pemecahan rekor MURI tersebut, Jamroji dan mahasiswa bimbingannya melibatkan baik warga sekitar maupun perusahaan penyedia cat KWJ PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana), dan juga Jawa Timur Park Group.

Baca juga: Wapres Jusuf Kalla Resmikan Lima Infrastruktur Baru UMM

“Untuk membuat replika tempe dinosaurus tersebut dibutuhkan kurang lebih 12-15 orang dan menghabiskan biaya hampir 20 juta rupiah untuk menyiapkan alat dan juga bahan yang diperlukan,” ungkap dosen yang juga sukses mendampingi kelompok mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi “Guys Pro” menggarap KWJ.

Untuk tercapainya pemecahan rekor ini, usaha yang tentu dilakukan tidaklah mulus. “Banyak hal yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Karena proyek ini melibatkan berbagai pihak. Sehingga dalam membuat suatu keputusan harus di musyawarahkan bersama,” sambung Jamroji di sela acara.

Ketika pengajuan pemecahan rekor MURI ini ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Rencana awal replika tempe dinosaurus itu akan diberi formalin dan hendak dipamerkan di Jawa Timur Park 3. Namun begitu, untuk kategori makanan, tempe yang dibuat replika disyaratkan untuk dikonsumsi dan tidak boleh tersisa. (*/mir/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image