Rektor: Perhatian terhadap Lingkungan harus Jadi Kebutuhan Primer

Author : Humas | Sabtu, 26 Maret 2016 14:30 WIB
Pakar limnologi UGM, Prof Dr. Suwarno Hadisusanto SU saat menjelaskan mengenai permasalahan lingkungan hidup (foto : Rino Anugrawan)

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan, mensinyalir kerusakan lingkungan hidup yang terjadi saat ini adalah tanggung jawab bersama dan menjadi prioritas utama untuk memperbaikinya. Oleh karenanya, perhatian terhadap lingkungan tidak boleh dikesampingkan, alih-alih sudah harus menjadi kebutuhan primer.

Hal itu dikemukakan Fauzan ketika secara resmi membuka seminar nasional (Semnas) bertajuk "Biologi, Pembelajaran dan Lingkungan Hidup dalam Perspektif Interdisipliner" yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM bekerjasama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM, di ruang Teater UMM Dome, Sabtu (26/03).

Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan lingkungan hidup tidak boleh hanya dipahami sekedar kehidupan hayati dan hewani saja. Menurutnya, lingkungan sosial adalah bagian dari lingkungan hidup yang juga penting untuk diperhatikan. "Karena kerusakan lingkungan sosial seperti kurangnya kepedulian satu sama lain adalah dasar terjadinya kerusakan lingkungan alam di sekitar kita," ungkapnya di hadapan ratusan peserta seminar.

Untuk itu, Fauzan berharap Semnas ini dapat menghasilkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidup. "Semoga melahirkan gagasan yang mencerahkan dan berkemajuan yang bisa diterapkan di lingkungan sekitar kita," pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes, memaparkan dalam keilmuan biologi dipelajari mengenai kehidupan alam dan mahluk hidup serta lingkungannya. Menurutnya, semakin banyak orang yang memperdalam berbagai bidang keilmuan khususnya biologi dan lingkungan seharusnya mempengaruhi keimanannya kepada Sang Khalik. "Harusnya kita semakin paham dan yakin akan kebesaran Yang Maha Kuasa," terangnya.

Ponco menambahkan, keilmuan yang dimiliki seseorang juga harus bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan sekitarnya. "Ilmu yang kita miliki sebenarnya adalah alat yang harus digunakan untuk mentranfser kemanfaatannya kepada orang lain dan juga lingkungan," imbuhnya dihadapan peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa jurusan pendidikan biologi.

Dalam seminar ini, ada 173 makalah dari berbagai bidang seperti pendidikan biologi, biofungsi, bioperkembangan, biolingkungan, bioteknologi, biomanajemen dan bioetika yang siap dipanel. Makalah akan dipaparkan di hadapan para peserta dari berbagai kalangan seperti dosen, mahasiswa, peneliti, pemerhati dan praktisi di masing-masing bidang kajian untuk didiskusikan.

Adapun para pembicara yang hadir dalam seminar ini yaitu pakar limnologi UGM Prof Dr Suwarno Hadisusanto SU, dosen pacasarjana UNY Prof Dr Zuhdan Kun Prasetyo MEd, kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa SSi Apt MPPM, Direktur Program PPB Kehati Jakarta Dr Teguh Triono dan pakar lingkungan dari Prodi Biologi UMM Dr Sukarsono Msi.

Ketua Pelaksana Seminar, Dr Moch Agus Krisno MKes, berharap hasil dari pemaparan pada seminar ini bisa diadaptasi dan dikonstruksi sebagai bahan pembelajaran bersama. Agus menilai, perlu stimulasi pembelajaran biologi yang dapat membentuk kecakapan hidup dan dasar pemikiran serta keilmuan yang kuat dan bertanggung jawab terhadap. "Diharapkan, nantinya akan lahir generasi yang memiliki kompetensi untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan di bidang biologi dan lingkungan hidup," jelasnya. (gas/nas)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image