Indonesia English Arabic

Rawuh di UMM, Dubes Ikrar Nusa Bhakti Beri Gambaran Hubungan Baik Tunisia-Indonesia

Author : Humas | Kamis, 06 Desember 2018 18:01 WIB

BERITA UMM

Ikrar Nusa Bhakti (tengah) saat menjelaskan politik Tunisia di hadapan ratusan mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional. (Foto: Istimewa)
SEBAGIAN besar masyarakat yang menggeluti bidang Sosial dan Politik tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Ikrar Nusa Bhakti. Profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini merupakan sosok peneliti dari Pusat Penelitian Politik LIPI dan juga sosok pengamat politik yang dikenal luas di Indonesia.
 
Kamis (6/12), Ikrar, yang kini menjadi Duta Besar (Dubes) Indonesia di Tunisia hadir sebagai narasumber dalam Kuliah Tamu bertajuk “Politik Tunisia dan Hubungan Diplomatik dengan Indonesia” di Auditorium BAU, Universitas Muhammadiyah Malang. Ikrar menyapa civitas akademika UMM,
 
“Hubungan Indonesia dengan Tunisia sangat penting setelah Kebangkitan dunia Arab, seperti Tunisia melihat Indonesia sebagai contoh demokrasi di negara mayoritas Muslim,” papar pakar di bidang Sejarah Politik dari School of Modern Asian Studies, Griffith University Brisbane, Australia.
 
Sementara Indonesia, sambung Ikrar, telah menyatakan kesediaannya untuk mendukung transisi demokrasi di Tunisia melalui peningkatan kapasitas dan kemitraan untuk demokrasi.
 
“Indonesia memuji Tunisia sebagai contoh sukses dari transisi demokrasi di Dunia Arab. Hubungan diplomatik ini berawal dari tahun 1950-an ketika Indonesia mendukung kemerdekaan Tunisia dari Perancis,” terang  
 
Indonesia, disebut Ikrar, memiliki kedutaan besar di Tunis. Sementara Tunisia memiliki kedutaan besar di Jakarta. Kedua negara adalah anggota Organisasi Kerjasama Islam dan Gerakan Non-Blok.
 
Di bidang perdagangan, Indonesia juga punya hubungan sangat baik dengan Tunisia. Indonesia, kata Ikrar, mengekspor terutama terdiri dari minyak pelumas, alat musik, optik, karet, kertas, plastik, furnitur, sepatu, kopi dan rempah-rempah ke Tunisia. 
 
“Sementara negara Asia Tenggara mengimpor kurma, jeruk, pupuk, batu fosfat, kaca, plastik dan minyak zaitun dari negara Afrika Utara,” kata Ikrar.
 
Disampaikan Ikrar, salah satu tugas yang diembannya sebagi Duta Besar yakni mensukseskan  Bali Democracy Forum (BDF) chapter Tunisia yang salah satu tujuannya membahas demokrasi dan implikasinya pada pembangunan ekonomi.
 
“Selain itu, saya akan berusaha meningkatkan kerjasama bidang perekonomian dan meningkatkan jumlah wisatawan Tunisia untuk berkunjung ke Indonesia,” pungkas Ikrar,” tukasnya. (*/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image