Rancang Proyek Sosial, Lulusan Terbaik FEB Ini Raih Kesempatan Ke Eropa

Author : Humas | Senin, 26 November 2018 08:16 WIB
Tata Budhi Prasetyo. (Foto: Aan/Humas)

MEMULAI pengalaman berorganisasi di AIESEC Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), memberikan kepercayaan diri lebih bagi Tata Budhi Prasetyo. Mahasiswa program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengaku memperoleh semangat tinggi untuk bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya sejak ia sering mendampingi mahasiswa asing yang datang ke UMM.

"Aku dulu gabung di AIESEC awalnya, terus karena sering bareng mahasiswa asing, aku jadi terinspirasi oleh mereka untuk juga bisa ngasih community service (pengabdian masyarakat, red.) di lingkunganku," ungkapnya.

Tak sekadar menjadi pendamping mahasiswa asing, mahasiswa lulusan terbaik Program Pendidikan Sarjana (S-1) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini juga mengaku memiliki banyak kesempatan untuk bisa bertukar pikiran dengan mahasiswa asing. Pengalamannya itu mendorong Tata untuk memikirkan rencana proyek sosial bagi lingkungan sekitarnya.

"Sharing-sharing bareng mahasiswa asing itu dulu bikin aku kepikiran untuk bikin sebuah proyek sosial di lingkungannku," terang putra dari pasangan Suprayitno dan Endang Setyaningsing ini. Tata lulus dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87.

Sementara itu, proyek sosial yang ia rencanakan adalah dalam bidang pendidikan. Ia mengaku bahwa pendidikan sebagai hal utama dan mendasar yang harus dimiliki setiap individu. Di lingkungannya, Tata mengaku masih menemukan banyak orang-orang yang belum benar-benar teredukasi dan memiliki pola pikir yang benar.

"Jadi kenapa kepikiran buat bikin proyek membangun pendidikan, karena aku melihat orang-orang di sekitarku ini sebenarnya mampu secara materi, tapi mereka belum terlalu sadar dengan pendidikan dan menganggap pendidikan adalah penghalang," terangnya.

Rancangan proyek sosial yang ia beri nama Raise Education ini membawa ia meraih kesempatan mengikuti pertukaran pelajar oleh Erasmus+ di Poznan, Polandia. Tata tidak menyangka, proyek sosial yang masih dalam tahap rencana ini dapat membawanya untuk bertemu dengan lebih banyak orang.

"Nggak nyangka.  Waktu coba masukin planning proyek ini ke motivation letter, ternyata mereka (pihak Erasmus+, red.) tertarik," kata mahasiswa berkacamata tersebut.

Menyelesaikan program pertukaran selama satu semester, tak lantas membuat Tata meninggalkan proyek yang ia rencanakan tersebut. Tata memulai proyek tersebut dengan melakukan pendekatan secara langsung. Yakni, datang ke sekolah-sekolah di sekitar lingkungannya dengan tujuan memberikan motivasi kepada siswa-siswi di sana.

"Memang proyeknya belum jalan, tapi aku udah mulai dengan datang ke salah satu sekolah di tempat tinggalku dan ngasih motivasi di sana," terangnya.

Tak hanya aktif untuk community service, Tata bersama beberapa kawannya yang tergabung di program Tri City Singapore,  menghidupkan kembali sebuah wadah belajar Bahasa Inggris khusus mahasiswa FEB bernama English Economics Community (EEC).

"Iya, aku sama temen-temen yang ikut program Tri City kemarin bantu buat membangunkan kembali studi klub bahasa Inggris untuk mahasiswa FEB," tandasnya. (*/nis)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image