Proyek LEx: Permudah Produksi Permen Susu

Author : Humas | Sabtu, 21 Maret 2015 11:39 WIB
FOTO BARENG: Tim LEx yang mengerjakan proyek peningkatan produksi permen susu berfoto bareng selepas memamerkan alat-alat mereka.

KOLABORASI 24 mahasiswa Singapore Polytechnic (Politeknik Singapura) dan Kanaza Institute of Technology (KIT) Jepang dengan 24 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama dua pekan terakhir, yaitu sejak 9 hingga 20 Maret 2015, menghasilkan teknologi yang bertujuan meningkatkan produksi masyarakat Batu. Sebanyak 48 mahasiswa yang tergabung dalam proyek Learning Express (LEx) ini dibagi dalam tiga kelompok yang mengerjakan tiga proyek berbeda, yaitu peningkatan produksi kerupuk telo, permen susu, dan peternakan ulat. Berikut catatan dari tim kedua yang menghasilkan alat pengaduk dan mesin pemotong yang mempermudah proses produksi permen susu.

Tim permen susu memulai proyeknya dengan melakukan riset selama dua hari di salah satu pabrik permen susu di kota Batu. Saat melihat proses produksinya, tim ini menyimpulkan bahwa pemilik mengalami kesulitan dalam hal pengadukan karena memakan waktu selama dua jam tanpa henti.

      “Jadi perlu waktu dan tenaga yang cukup kuat. Selain itu, pemotongan permen juga tidak konsisten karena besar permen tidak sama rata. Dari sini, kami bersepakat untuk membuat dua alat, yaitu ultimate 2 in 1 mixer cooler dan miracle cutter,” terang salah satu anggata tim permen susu dari Politeknik Singapura Cheryl Lai.

      Alat yang pertama dibuat yaitu mesin pengaduk atau ultimate 2 in 1 mixer cooler. Mesin pengaduk itu bertujuan untuk mempermudah serta mempercepat adonan menyatu agar tidak lengket dan gosong. Alat pengaduk ini juga berfungsi untuk mempermudah dan menghemat tenaga produksi. “Agar praktis dan menyesuaikan dengan kebutuhan, alat pengaduk dibuat dalam dua versi, yaitu mixer dengan listrik dan mixer tanpa listrik,” kata Cheryl.

      Sedangkan untuk mempermudah proses pemotongan saat adonan masih panas, dibentuklah loyang untuk memotong dengan ketebalan dan bentuk yang sama. Loyang juga berfungsi agar permen tidak lengket dan mempermudah pemotongan sebelum kering.

      Adapun alat kedua yaitu mesin pemotong atau miracle cutter. Mesin ini sangat berguna untuk memotong permen dengan ukuran yang persis sama. Alat ini sangat bermanfaat bagi pemilik pabrik permen susu karena mesin dapat meringankan pekerjaan para karyawan, waktunya juga menjadi lebih efisien.

      Alat yang dibuat dari teman-teman Politeknik Singapura ini sangat diperlukan oleh pabrik kami,” kata Isma, pemilik pabrik. Permen susu yang dikerjakan oleh mesin ini, diakui Isma dapat melipatgandakan hasil produksi hingga 2-3 kali lipat per hari. (sel/nay/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image