Pesmaba UMM, Usung Semangat dan Spektakuler Asian Games 2018

Author : Humas | Jum'at, 07 September 2018 17:40 WIB
Via Vallen selfie bersama para mahasiswa baru UMM 2018
 
"...Setiap saat setiap waktu
Keringat basahi tubuh
Ini saat yang kutunggu
Hari ini ku buktikan
 
Ku yakin aku kan menang
Hari ini kan dikenang
Semua doa kupanjatkan
Sejarah kupersembahkan…”
 
 
Lagu berjudul Meraih Bintang milik penyannyi Via Vallen ini memang tidak hanya enak didengar. Lirik yang terkandung didalamnya tentang kesungguhan yang dibangun dalam diri, menyalakan semangat berkompetisi.
 
Lihat saja bagaimana Official Theme Song Asian Games 2018 ini mampu mengantar kontigen Indonesia meraih medali hingga melebihi target. Menduduki posisi 4 dari 45 negara yang mengikuti pesta olahraga ini, Indonesia berhasil mengumpulkan 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.
 
Semangat lagu ini juga bergaung dalam Gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2018 Universitas Muhammadiyah Malang. Dikemas menyenangkan dengan konsep yang lekat dengan generasi millenial, Pesmaba UMM berhasil mengantarkan para calon pemimpin bangsa yang baru saja memasuki dunia perkuliahan dengan semangat menyongsong masa depan tanpa tanpa perpelocoan.
 
Pesmaba dibuka secara resmi pada Senin, (3/9) dengan pembentukan flash mob yang menampilkan  enam formasi spektakuler bertema kebangsaan yakni Merah-putih, KH Ahmad Dahlan, Logo UMM, Students Today, Leaders Tomorrow, Peta Indonesia dan Pray for Lombok. Tidak kalah dengan Tari Rotoh Jaroe yang menampilkan 1.600 penari dengan konsep kolosal pada pembukaan Asian Games 2018 18 Agustus lalu, Jas Mob UMM yang dibentuk dari formasi 7.500 mahasiswa baru juga berhasil viral di berbagai media sosial.
 
Jamroji, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM yang juga menjadi konseptor dibalik Formasi Jas Merah mob menyampaikan, tak hanya menjadi sebuah mahakarya, Jas Merah Mob ini juga membawa berbagai pesan yang ingin disampaikan pada khalayak luas. 
 
“Salah satunya Pray for Lombok yang juga diikuti oleh aksi donasi untuk Lombok. Ini untuk menunjukkan kepedulian pada negeri ini. Donasi nantinya akan kami salurkan melalui Lazismu,” ujar Jamroji.
 
Selain berhasil meneriakkan semangat kebangsaan pada hari pertama pembukaan, Pesmaba kali ini juga muncul dengan berbagai kejutan yang mengangkat kreativitas generasi Y. Pada pembukaan di dalam ruangan atau indoor, para peserta dibuat terperangah oleh penampilan Rektor UMM Fauzan yang sebelum masuk ke Hall Dome UMM, tampak menaiki pesawat glider dari bandara ke lapangan dekat GKB 4.
 
Dalam video berdurasi 03.37 menit ala aksi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo pada pembukaan Asian Games tersebut, tampak Rektor UMM Fauzan dengan setelan kemeja putih dan celana hitam rapi berdiri di salah satu hanggar pesawat. 
Tak lama kemudian,  video yang dapat diakses melalui link http://bit.ly/AksiRektorUMM tersebut tersebut menampilkansebuah panggilan telepon masuk dan menginformasikan bahwa para mahasiswa peserta Pesmaba telah siap. Bergegas, Fauzan pun segera menuju sebuah pesawat terbang. Melengkapi alat komunikasi dan perlengkapan penerbangan lain, Fauzan kemudian lepas landas menuju Kampus III UMM dan mendarat di lapangan sepak bola sebelah GKB IV. Segera merapikan diri, sambil mengenakan jas hitam ia menuju UMM Dome dimana para mahasiswa baru (Maba) telah menunggu.
 
Memboyong semangat gegap gempita Asian Games 2018, euforia Pesmaba makin terasa melalui penampilan Via Vallen di malam penutupan. Darah asli Jawa Timur ini, secara khusus diundang UMM untuk mengobarkan jiwa kompetisi mahasiswa. Harapannya, sama dengan capaian Indonesia pada Asian Games, melalui kepercayaan diri mahasiswa, prestasi dapat terus diukir. 
Hal ini seperti juga yang ditegaskan oleh Menteri Penidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, bahwa ada lima hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk menjadi sukses, yakni kemampuan berfikir kritis, kreatif dan inovatif, cakap berkomunikasi, kolaborasi dan yang terpenting percaya diri.
 
“Dunia ini semakin tidak mentoleransi orang-orang yang tidak PD,”tandasnya.
 
Kemeriahan Pesmaba UMM mencapai puncaknya di Helipad UMM, Kamis malam (7/9).  Selain Via Vallen, hadir pula komedian stand up commedy Abdur Arsyad yang membuat semangat maba UMM semakin menyala.
 
Sorak sorai mahasiswa diikuti tepuk tangan ketika nama Abdur dipanggil ke atas panggung. Komedian asal NTT yang mulai melejit setelah bermain di serial televisi NET berjudul Oke Jek ini merupakan salah satu alumni UMM ANGKATAN 2006. Tak hanya sekedar menghibur, kehadiran Abdur semalam juga untuk membagi insiprasi perjuangannya saat menjadi mahasiswa.
 
Mengulang masa-masa saat awal memulai hidup di Malang dan belajar di kampus putih, matanya berkaca-kaca. Ia mengaku tak dapat membendung haru saat mengetahui bahwa pada tahun 2018 ini sudah cukup banyak mahasiswa UMM yang berasal dari daerah timur, tanah kelahirannya.
 
 “Saya dulu alumni FKIP dan saya betul-betul terharu melihat kalian yang dari Indonesia Timur bisa sampai disini, karena orang banyak banyak  mengenal kita sebagai putera daerah yang tertinggal,” ujar Abdur. 
 
Menyambung Abdur, Via Vallen tidak kalah bersemangat menyambut para maba UMM. Disela-sela rehat antar lagu, Via pun berkisah bagaimana dulu ia sangat mengidamkan untuk bisa masuk ke kampus putih.
 
“UMM ini salah satu kampus yang ingin saya masuki Pak,”ujarnya tak bisa menyembunyikan keterkejutan saat diberi dan dipasangkan jas almamater sebagai tanda keluarga kehormatan oleh Rektor UMM Fauzan. 
 
Dengan berkahirnya Pesmaba 2018 Fauzan menyampaikan selamat kepada para maba. Ia berharap, berbagai ilmu dan pengalaman yang didapat saat Pesmaba dapat mengantar para maba berada di titik strategis untuk mulai menata langkah terkait dunia perkuliahan selanjutnya.
 
“Empat hari sudah saudara mengikuti acara pesmaba.  Itu sebenarnya hanya bekal awal dan belum ada 20 % dari apa yang ada di UMM.  Gunakanlah modal awal ini untuk membaca, mendalami, dan dan mengapresiasi kemudian berktualisasi,”tutupnya.
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image