Perlu Tinggalkan Pola Pikir Lama untuk Bertahan di Era Industri 4.0

Author : Humas | Sabtu, 23 Februari 2019 13:49 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar M.Si. (memegang michrophone) saat menerangkan peranan penting Balai Latihan Kerja. (Foto: Rino/Humas)

PERKEMBANGAN teknologi membuat banyak profesi tak lagi eksis di masa sekarang. Beberapa diantaranya di bidang pertanian dan konstruksi. Sehingga, diperlukan perubahan pola pikir untuk dapat beradaptasi atas setiap perubahan.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. H.A. Malik Fadjar M.Si. menyebut Balai Latihan Kerja (BLK) memegang peranan penting. “Karena era sekarang persaingan SDM itu sangat pesat,” katanya.

Untuk itu, Malik menyebutkan setidaknya ada 3 kunci yang harus dimiliki untuk memenangkan kompetisi ini. Pertama, mempunyai sumber daya manusia yang banyak. Kedua, memiliki networking yang bagus. Ketiga, penguasaan atas teknologi. 

Hal ini kembali ditegaskan Direkur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan Ir. Suhadi, M.Si, Jumat (22/2) dalam diskusi terbatas “Revitalisasi dan Revalidasi Balai Latihan Kerja” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (22/2).

Baca juga: Mobil KaCa UMM Sambangi Lapas, WBP Sampai Minta Tunda Pengembalian Buku

Sebagai usaha mengurangi angka pengangguran, dinilai Suhadi, perlu diadakannya  pengembangan BLK Komunitas yang sesuai dengan pola kerja era Industri 4.0. Tentunya tidak mengenyampingkan kemudahan pada aksesnya. 

“Saat ini akses masyarakat untuk mengikuti pelatihan BLK milik pemerintah sangat terbatas. Sehingga masyarakat tidak bisa mengikuti perkembangan terkini dan sering kali tertinggal,” terang Suhadi dihadapan seratusan peserta. 

Selain itu, kata Suhadi, mengingat SMK merupakan penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Timur, SMK perlu dikembangkan sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. Disebutnya, SMK perlu melakukan revitalisasi.

“SMK harus dikembangkan menjadi pelatihan kerja yang bisa membuat anak-anak muda kita bekerja sesuai dengan tuntutan era sekarang. Bukan pola lama yang membuat anak-anak tidak laku di dunia kerja,” tegas Suhadi.

Baca juga: Pakar Hukum Pidana UMM: Korupsi Tergolong Kejahatan Internasional

Ditambahkan Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd, BLK seharusnya mampu mendidik masyarakat agar tidak tertinggal dengan segala bentuk kemajuan. Mengingat zaman berubah dengan cepat, sehingga mesti juga merubah pola pikir lama.

“UMM siap mendukung sinergisitas dengan BLK. Salah satu bentuknya adalah melatih keterampilan mahasiswa lewat Lembaga Sertifikasi Profesi. Di sana mahasiswa bisa mengasah kompetensinya sehingga diakui di dunia kerja,” tandas Fauzan. 

Diskusi ini juga dihadiri panelis lainnya. Yakni  Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Saiful Rachman, MM., M.Pd., Kepala BLK Kota Malang Hermanu Setijanto, S.Sos, M.Si., dan Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi Drs. Mulyanto, M.M. 

Selain itu, hadir para tamu undangan dari unsur pemerintahan daerah. Seperti Walikota Malang Drs. H. Sutiaji dan pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Batu dan Kabupaten Malang. (riz/mir/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image