Perkuat Branding Makanan Khas Gresik melalui Food Photography

Author : Humas | Rabu, 26 Desember 2018 10:03 WIB
Bretya Pati Anoraga (baju kotak-kotak) saat menerangkan teknik Food Photography kepada peserta. (Foto: Istimewa)
MAHASISWA Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara Workshop Food Photography di kelurahan Sukodono Gresik, Minggu (23/12). Bretya Pati Anoraga, owner @takeafood_foodphotography didaulat menjadi pemateri dalam acara kali ini. 
 
Peserta workshop dari beberapa komunitas dan blogger di Gresik melakukan praktek foto aneka makanan tradisional. Aan, demikian disapa, berencana membuat revolusi besar dalam dunia ekosistem fotografi makanan. Yakni mengajak fotografer muda yang punya minat di bidang ini untuk bergabung.
 
Aan membagikan kiat-kiat dasar memotret makanan tradisional Indonesia. Secara khusus makanan khas Gresik. Menurutnya, seorang food fotografer membutuhkan 'cerita' agar foto tampak lebih hidup. Selain itu, agar tampilan makanan menarik, seorang fotografer harus dapat menyesuaikan tata pencahayaannya. 
 
Izdihar Fakhriyah, ketua pelaksana program ini menyatakan, salah satu tujuan diadakannya program ini adalah untuk menyiapkan peserta, utamanya anak muda kelurahan Sukodono dalam menghadapi program Discover Gresik. 
 
"Gresik inginnya tidak hanya dikenal sebagai Kota Industri. Namun juga tetap dikenal melalui makanan khasnya. Seperti pudhak, otak otak, jenang ayas, dan lain sebagainya," jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM ini.
 
M. Ajib salah satu peserta mengungkapkan, banyak hal baru yang didapat dari workshop ini. Terlebih untuk orang awam. "Acaranya menginspirasi dan mengedukasi kami yang baru mengenal food photography," ujar anggota Karang Taruna Sukodono ini. 
 
Diadakannya workshop food photography sebagai bagian dari rangkaian garapan Mega proyek Discover Gresik. Yakni, program merancang 5 kawasan menjadi destinasi bernilai kemanfaatan sosial yang diintegrasikan melalui praktikum peminatan Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi UMM. 
 
Desa Kramat Inggil melaui konsep Eco Green Village, Kelurahan Kemuteran melalui konsep Night Market, Kelurahan Kroman melalui konsep Wisata Pelabuhan, Kelurahan Penelingan melalui konsep Cultural and Heritage, serta Kelurahan Sukodono melalui konsep Sentra Kuliner. (*/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image