Perkuat Branding Desa Edukasi, Mobil Kaca Mengaspal Ke Desa Ngijo

Author : Humas | Jum'at, 14 September 2018 09:04 WIB

 

Perkuat Desa Edukasi

Seperti biasanya, setiap bulannya Mobil Kamis Membaca (Kaca) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengaspal mulai dari sekolah SD, SMP, SMA hingga ke desa-desa.

 

Kali ini, Mobil Kaca UMM mengaspal bersama mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM yang sedang mendampingi program pengembangan literasi di dusun Ngepeh desa Ngijo Karangploso pada Kamis (13/9).

 

Keberadaan Mobil Kaca yang turun pada hari itu menjadi oase bagi anak-anak desa Ngijo. Bukan hanya mendekatkan buku pada anak-anak, Mobil Kaca juga membawa berbagai program menarik yang dapat menambah wawasan bagi mereka.

 

Ridlo Setyono, Koordinator Mobil Kaca mengungkapkan bahwa ada tiga program yang dijalankan kali ini.

 

“Kami membawa tiga macam program yang cocok dengan kondisi anak-anak disini. Ada Aku Jurnalis, program pembelajaran jurnalistik tingkat awal bagi anak-anak, English for Young Learner  yakni pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak, juga program ayo dolanan yang mengajak anak-anak bermain ketangkasan melalui outbound,” tuturnya.

 

Bukan tanpa sebab kenapa desa ini dipilih. Informasi yang didapatkan dari Ria Aprilina, salah satu warga desa yang menggagas komunitas Omah Sinau (happy village) mengaku bahwa minat belajar di desa ini terbilang rendah. Untuknya,  perlu ada gerakan agar generasi selanjutnya tidak sama dengan generasi sebelumnya yang cenderung enggan memperdalam wawasan.

 

Kebisaan anak-anak desa Ngijo yang lebih menggandrungi permainan di smartphone  dari pada membaca, menjadi sedikit teredukasi dengan kehadiran Mobil Kaca. Ria yang juga merupakan supervisor setting mahasiswa Kesos tersbut mengaku bahwa dengan adanya kegiatan mobil kaca sangat membantu memperluas wawasan bagi anak-anak disini.

 

 “Anak - anak menjadi lebih tahu tentang pentingnya membaca melalui kelas jurnalistik, mereka juga merasakan pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif, serta bermain namun tetap ada asupan yang edukatif," jelasnya.

 

Tidak berhenti pada program ini saja, secara berkala mahasiswa Kesos kedepannya akan terus bergerak mewujudkan Kampung Edukasi Ngepeh dengan berbagai kegiatan literasi yang lain.

 

 Uci Uzila sebagai ketua pelaksana merasa bahwa dengan kedatangan mobil kaca ini menjadi menegas bahwa akan ada banyak pengembangan literasi ditempat ini.

 

 “Konsep mobil kaca ini memahamkan kami bahwa belajar tidak terpaku dengan ruang saja namun juga bisa di tempat terbuka dengan kelas sederhana sehingga kami yakin untuk memperluas wawasan dapat dilakukan dengan mudah dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu,"tutupnya.

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image