Peringkat 6 PTS Terbaik Indonesia, Unpam Belajar Tata Kelola Perguruan Tinggi ke UMM

Author : Humas | Kamis, 24 Januari 2019 18:42 WIB
Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. (kanan) menerima cinderamata dari Wakil Rektor II Unpam, Dr. Subarto, M.Pd. (kiri). (Foto: Mirza/Humas)
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan dari Universitas Pamulang (Unpam) Banten, Kamis (24/1). Diterima langsung oleh Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Unpam membawa sepuluh jajaran fungsional universitas. Diantaranya hadir Wakil Rektor II, Dr. Subarto, M.Pd.
 
Dalam lawatannya ke Kampus Putih, Unpam ingin belajar banyak pada UMM terkait pengelolaan Perguruan Tinggi. Mengingat beberapa waktu lalu, UMM berhasil menempati pemeringkatan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Indonesia. UMM berada di posisi ke-6 PTS terbaik versi Kemenristekdikti tahun 2018.
 
“Kami ingin belajar upaya-upaya UMM dalam membesarkan perguruan tinggi, karena kami kira UMM saat ini menjadi salah satu percontohan perguruant tinggi swasta di Indonesia,” ungkap Subarto. Saat ini, sambungnya, Unpam telah memiliki lahan seluas 160 hektar yang siap dibangun untuk aktivitas akademik mahasiswa. 
 
Disamping itu, Unpam juga ingin belajar terkait konsistensi UMM dalam ranah pengabdian pada masyarakat. “Kami kira besarnya Universitas Muhammadiyah Malang juga karena besarnya pengabdian perguruan tinggi pada masyarakat,” tutur Subarto. Besarnya UMM, sebut Syamsul, tak lain loyalitas seluruh elemen yang ada. 
 
“Kesungguhan ini ditanamkan Pak Abdul Malik Fadjar sejak dahulu,” jelas Syamsul. Salah satu wujud nyata UMM dalam ranah pengembangan perguruan tinggi yakni melalui berbagai unit usaha yang telah dibangun. Beberapa diantaranya yakni Wahana Wisata Sengkaling, Hotel UMM Inn dan SPBU UMM.
 
Selain itu, relasi perguruan tinggi dengan berbagai instansi juga perlu dibangun dengan baik. “Salah satu buah dari relasi kami adalah perjanjian untuk para fresh graduate Fakultas Ilmu Kesehatan. Setelah lulus dari UMM kami akan kirimkan mereka ke Jepang untuk menjadi tenaga kesehatan di sana,” tandas Syamsul. (mir/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image