Peringati Hari Bumi, Dimpa Adakan Upacara

Author : Humas | Senin, 26 April 2010 15:09 WIB

Tepat 22 April di setiap tahunnya selalu menjadi momen terpenting bagi komunitas pencinta alam untuk menunjukan kepedulian mereka pada lingkungan. Tidak ketinggalan tahun ini, Kamis (22/04) Divisi Mahasiswa Pecinta Alam (Dimpa) UMM menggelar upacara sebagai acara pembuka dari rangakain kegiatan yang mereka lakukan sebagai gerakan penyelamatan bumi yang tengah gencar diisukan terkena dampak global warming.

Bertempat di lapangan wall climbing bertindak sebagai inspektur upacara, PR III, Drs. Joko Widodo M.Si. Pada kesempatan itu Joko Widodo menyatakan dukungan penuh pada acara semacam itu.  Diusulkannya, kegiatan seperti hari bebas asap di kawasan Kampus Putih tidak hanya digelar sakali saja dalam setahun. Kegiatan tersebut akan lebih bagus lagi jika di dukung dengan sosialisai yang maksimal ke seluruh elemen kampus. Dengan menggerakkan potensi yang luar biasa yang ada di dalam kampus. “Silahkan memakai fasilitas yang disediakan kampus untuk acara mahasiswa,” dukung Joko.

Lebih lanjut Joko mencermati janji-janji para pecinta alam yang tertuang dalam Satya-satyanya. Ia berharap kode etik pencinta alam yang tertuang dalam satya–satya itu tidak hanya dibaca di kalangan Dimpa saja. Tapi bisa ditulis dan kemudian dipajang di tempat umum di kampus, agar bisa dibaca semua orang yang masuk ke dalam kampus. “Harga mahal yang ada pada kita ini kan rasa memiliki dan persaudaraan, sehingga dengan adanya gerakan semacam ini diharapkan ada rasa kebersamaan untuk memiliki dan menjaga lingkungan kita,” kata Joko.

Acara ditutup dengan penyerahan poster Satya Pencinta Alam kepada PR III dan peluncuran spanduk yang bertuliskan selamat hari bumi  dari atas gedung Wall Climbing oleh dua anggota Dimpa menjadi pentup acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembersihan masal di seluruh area kampus dan penanaman pohon di lingkungan Coban Rondo hari berikutnya.

 “Terus kampanyekan gerakan semacam ini, di luar kampus penting tapi di dalam kampus lebih penting. Sejarah boleh melupakan kalian, tapi yang paling penting kegiatan yang kalian lakukan sudah memberi manfaat pada dunia dan lingkungan kita, ” ujar Joko mengakhiri. (rwp/nas)

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image