Pengalaman di UMM Bawa Afdila Kuliah HAM di Norwegia

Author : Humas | Selasa, 10 Maret 2015 14:40 WIB
TEMAN KULIAH: Afdila (jilbab merah muda) saat berfoto bareng dengan peserta kuliah HAM dari berbagai negara.

MENJADI aktivis mahasiswa memberi keuntungan sendiri bagi Binti Nikmatul Afdila. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) yang baru diwisuda 28 Februari 2015 ini berkesempatan mengenyam pendidikan di jurusan International Human Rights Law, University of Oslo, Norwegia pada 2014 lantaran pergumulan dan aktivitas risetnya di bidang Hak Asasi Manusia (HAM).

      Selama kuliah di UMM, Afdila terlibat aktif di komunitas Reading Group for Social Transformation (RGST) yang merupakan binaan Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM. Karena keterlibatan di RGST itulah, Afdila bisa menjadi satu-satunya delegasi dari UMM yang berangkat ke Oslo. “Sebenarnya beasiswa ini dikhususkan bagi mahasiswa Pascasarjana, bukan mahasiswa S1. Tapi karena ada jatah untuk aktivis, jadinya saya bisa ikut,” terang Afdila.

      Afdila mengakui, seleksinya tidak mudah karena ia harus bersaing dengan para aktivis, akademisi, dan peneliti HAM yang minimal setingkat mahasiswa pascasarjana. Afdila bisa ikut seleksi karena dia berstatus aktivis RGST.

MONOLITH TOWER: Afdila mengabadikan momen saat mengunjungi Monolith Tower di Vigeland Park, Oslo, Norwegia. 

      Ketertarikan Afdila di bidang HAM, juga didukung keterlibatannya dalam program Master Level Course (MLC) yang diadakan oleh Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (Pusam) sebagai lembaga yang berada di bawah naungan Program Pascasarjana UMM. Pusam ini pula yang selanjutnya memberi jalan bagi Afdila untuk bisa belajar di Oslo. Hal itu lantaran Pusam memiliki kemitraan yang strategis di bidang HAM bersama University of Oslo Norwegia, Brigham Young University Amerika Serikat, National Centre of Excellence for Islamic Studies (NCEIS) Australia, dan lain sebagainya.

      Afdila pun berharap mahasiswa lainnya dapat mewakili UMM untuk mengikuti jejaknya. “Selalu mencoba semua peluang. Ngeyel aja. Kalau gagal coba lagi ke tempat lain. Toh mencoba kan gratis,” ungkapnya.

Peluang Bagi Mahasiswa UMM

      Terkait dengan peluang bagi mahasiswa UMM meraih beasiswa tersebut, peneliti Pusam Hasnan Bachtiar menjelaskan, program yang didesain untuk meneliti hubungan Syariah dan HAM ini ditujukan bagi siapa saja yang memiliki komitmen di bidang HAM, Perdamaian, dan Kebebasan Beragama di Indonesia.

      Persyaratan yang diberikan oleh Pusam juga tidak ribet. Mahasiswa cukup mengirimkan formulir beasiswa, curriculum vitae, motivation letter, dan full paper yang tentu saja berkaitan dengan Syariah dan HAM. Sebagai contoh, Afdila menulis paper tentang “Women, Human Rights, and Sharia”.

      Setiap pendaftar yang memenuhi syarat akan diikutkan dalam program MLC yang terdiri dari tiga fase, yaitu kuliah singkat, riset, dan presentasi. Selama MLC, para peserta akan didampingi mentor dan fasilitator yang merupakan pakar HAM dari berbagai negara. Dari program MLC inilah, dijaring aktivis dan peneliti HAM yang nantinya akan didelegasikan untuk mengikuti pendidikan di Oslo. 

      Hasnan menjelaskan, Program MLC saat ini sudah memasuki tahun keempat. Di tiga angkatan sebelumnya, Pusam selalu mengirimkan delegasinya ke Oslo di mana Afdila merupakan angkatan ketiga. “Sudah tiga angkatan yang berangkat, siapa tau Anda yang berikutnya,” tutupnya. (nay/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image